Edgar Allan Poe, Sastrawan Gothic Pencetus Kisah Detektif Fiksi Pertama

PoePortrait

“The death of a beautiful woman is unquestionably the most poetical topic in the world” – Edgar Allan Poe

Bila mendengar nama Edgar Allan Poe, yang terlintas dibenak adalah kisah-kisah dan puisi bertema horror, gore dan gothic yang memang merupakan spesialisasi dari sastrawan kelahiran Boston, Amerika Serikat tersebut. Poe dianggap sebagai salah satu sastrawan yang sangat produktif di abad kesembilan belas. Karya-karyanya terdiri dari beberapa puisi dan kisah-kisah pendek yang tentunya memiliki unsur misteri dan gothic. Selain itu, Edgar Allan Poe juga dianggap sebagai salah satu perintis kisah fiksi detektif dan kriminal yang diakui dunia hingga saat ini.

Poe terlahir pada 19 Januari 1809 dan merupakan seorang anak dari pasangan aktor dan aktris panggung yang namanya kurang dikenal. Setelah kedua orang tuanya meninggal yang hanya berselang beberapa tahun setelah ia lahir, seorang pedagang bernama John Allan kemudian memelihara dan membesarkan Poe yang telah menjadi yatim piatu. Ia pun akhirnya memilih nama Allan untuk dijadikan nama tengahnya. Selama beberapa tahun, Poe tinggal di Inggris dan melewatkan masa kanak-kanaknya, namun akhirnya kembali ke Amerika Serikat pada tahun 1820.

Poe sempat terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Virginia selama satu semester, namun sayangnya ia tidak melanjutkan karena masalah biaya. Sesudah mendaftarkan diri pada angkatan darat dan gagal diterima sebagai perwira kadet, Poe akhirnya meninggalkan keluarga Allan. Awal karirnya sebagai penulis pun dimulai dengan sederhana. Ia memulai dengan menulis koleksi cerpen tanpa nama berjudul “Tamerlane and Other Poems” (1827). Karya lainnya adalah “Politian” (1835) yang merupakan satu-satunya karya Poe berbentuk drama.

Saat meraih kesuksesan sebagai seorang penulis, Poe akhirnya meinan sepupunya yang bernama Virginia Clemm pada tahun 1836. Saat itu usia sang istri baru 13 tahun. Sayangnya sang istri kemudian menderita penyakit yang diperkirakan sebagai gejala aneurism atau stroke, dan menderita lumpuh di sebagian besar kehidupannya.

Poe selalu dianggap sebagai salah satu penulis yang penuh teka teki dan misterius di kalangan sastrawan yang karyanya dipuja oleh banyak orang. Puisi-puisinya dapat membuat orang lain terkagum-kagum sekaligus bergidik. Salah satunya adalah puisinya berjudul “The Raven” yang cukup fenomenal. Di saat sastrawan seangkatannya sibuk menelurkan karya-karya berpesan moral, Poe malah tampil dengan warna-warna baru yang penuh teror dengan genre misteri yang menekankan kegilaan karakter yang dibuat.

Beberapa karyanya lainnya yang cukup terkenal adalah kisah “The Facts in the Case of M. Valdemar”, sebuah kisah yang menceritakan tentang seorang pasien sekarat yang dihipnotis di saat ajal siap menjemputnya. Banyak yang menganggap tulisan Poe yang satu ini adalah kisah nyata. Namun beberapa lama setelah rumor tersebut berhembus, Poe akhirnya menceritakan bahwa kisah tersebut murni kisah fiksi berdasarkan imajinasinya. Beberapa kisah lainnya yang tak kalah menakutkan adalah “The Tell-Tale Heart”, “The Pit and The Pendulum”, “The Mask of the Red Death”, “The Fall of the House of Usher”, serta kisah “The Black Cat” yang merupakan salah satu karya Poe yang paling menakutkan.

Perintis Kisah Detektif Pertama.

The_Purloined_LetterBukan hanya bercerita tentang horror gothic saja, Edgar Allan Poe juga menulis kisah detektif. Banyak orang yang kemudian tertarik dengan cerita-cerita detektif karangan Poe. Bahkan banyak yang mengakui bahwa kata “detektif” pertama kali muncul dalam karya Poe. Hal itu pun kemudian dibantah oleh para sastrawan Inggris. Menurut beberapa sastrawan Inggris, kata “detektif” sudah ada dalam sastra Inggris sebelumnya, hanya saja memang kurang dikenal atau jarang digunakan.

Kisah detektif yang ditulis Poe menampilkan tokoh detektif C. Auguste Dupin yang berkebangsaan Perancis. Poe menceritakan kepiawain Dupin dalam memecahan kasus melalui tiga buah cerita pendeknya seperti “The Murder of the Rue Morgue”, “The Mystery of Marie Rogêt” dan “The Purloined Letter”. Banyak yang percaya bahwa sosok Dupin merupakan gambaran lain dari sosok dari Edgar Allan Poe sendiri.

Ketiga cerita ini memang memiliki tingkat misteri yang cukup dominan. Salah satu contohnya kasus pembunuhan ruang tertutup terhadap seorang wanita dan anak perempuannya yang tertuang dalam kisah “The Murder of The Rue Morgue” yang dianggap sebagai kasus pembunuhan ruang tertutup pertama yang pernah ada. Di kisah ini diceritakan juga bagaimana Dupin berhasil menebak si pembunuh sebenarnya sekaligus melepaskan orang yang tak bersalah dari tuntutan tiang gantungan.

421px-Mystery_of_Marie_RogetKisah “The Mystery of The Marie Rogêt” juga tidak kalah menariknya dari “The Murder of The Rue Morgue”. Konon kabarnya kisah tersebut terinspirasi dari kisah pembunuhan nyata Mary Cecilia Rogers yang terjadi di New York pada 28 Juli 1841 silam. Di kisah ini, Poe mengganti lokasi kejadian dan mengganti nama korban menjadi Marie Rogêt. Poe mencoba menggambarkan beberapa kemungkinan yang terjadi pada pembunuhan Mary Cecilia Rogers melalui teori di dalam kisahnya. Melalui kisah ini, Poe terlihat seperti sedang berusaha turut memecahkan misteri pembunuhan di dunia nyata tersebut, meskipun ia tidak menyebutkan siapa nama pembunuh sesungguhnya. Kisah “The Mystery of The Marie Rogêt” juga
dianggap kisah kriminal “based on real life event” pertama yang pernah ada.

Begitu pula dengan kisah “The Purloinned Letter” yang fenomenal. Kisah tentang surat rahasia seorang wanita – yang tidak disebutkan namanya – telah hilang diambil oleh seorang pejabat – yang juga tidak disebutkan namanya – dan disimpan dalam ruangannya. Sang wanita meminta tolong seorang prefek Polisi yang dalam cerita dipanggil “G” untuk mencari surat tersebut. Melalui pencarian
panjang, sang polisi bersama rekannya mencoba mencari dimana surat rahasia tersebut, namun hasilnya nihil. Dalam keputus asaannya, sang Polisi pun akhirnya datang menemui Dupin. Melalui  cara berpikir  “ratiocination” (metode Dupin), sang detektif tersebut berhasil menemukan suratnya saat ia berkunjung ke ruangan sang pejabat. Ia berhasil mengambil surat tersebut dan menukarnya dengan surat lain tanpa sepengetahuan sang pejabat. Semua itu dilakukan disaat mereka berdua sedang berbincang-bincang.

Kisah detektif Dupin karya Edgar Allan Poe dianggap telah menginspirasi detektif lainnya, seperti tokoh Sherlock Holmes (Sir Arthur Conan Doyle) dan Hercule Poirot (Agatha Christie). Seperti yang diucapkan Sir Arthur Conan Doyle sendiri dalam sebuah jurnal.. “Kesemuanya [kisah detektif milik Poe] adalah akar dari semua literasi yang saat ini dikembangkan…. Dimanakah kisah-kisah detektif sebelumnya sampai Poe menghembuskan nafas kehidupan di dalamnya?.” Begitu pula dengan Agatha Christie, pelopor novel misteri era “Golden Age” yang memasukkan nama Edgar Allan Poe dalam kisah Hercule Poirot berjudul “Third Girl.”

Kematian Edgar Allan Poe Yang Misterius

Ketika sang istri meninggal pada tahun 1842, banyak orang menduga kematian ini menjadi penyebab terbesar Poe tenggelam dalam kecanduan alkohol dan opium. Meskipun demikian, jelas Poe sebenarnya sudah mengalami masalah dengan alkohol dan opium sebelum ia menikahi Clemm.

Para sejarawan tahu bahwa setahun sebelumnya, Poe sempat mencoba bunuh diri, namun entah bagaimana Poe tampaknya pulih kembali. Ia menghilang dari sebuah pesta ulang tahun di tahun 1849. Pada tanggal 3 Oktober 1849, Poe ditemukan dalam keadaan linglung di Baltimore Street dan sedang terbaring meracau di sebuah selokan. Ia kemudian dilarikan ke Washington Medical College, namun akhirnya meninggal empat hari kemudian. Kematiannya yang janggal tersebut tetap menjadi misteri hingga sekarang. Tidak ada seorang pun yang melihat apa yang terjadi pada Poe di selang waktu antara ia meninggalkan pesta ulang tahun dengan saat ia ditemukan dengan kondisi serius mengenaskan tersebut. Kata terakhir yang diucapkannya adalah “Lord, help my poor soul.”

Kisah hari-hari terakhir Poe tersebut diangkat dalam film box office “The Raven” (2012) yang dibintangi oleh John Cussack sebagai Edgar Allan Poe.

Edgar Award

Nama Edgar Allan Poe sendiri diabadikan sebagai nama sebuah trofi penghargaan yang rutin digelar oleh Mystery Writers of America (MWA), salah satu organisasi penulis kisah misteri dan kriminal yang dibentuk tahun 1945 berbasis di New York, Amerika Serikat. Beberapa nama penulis misteri dan kisah detektif juga terpampang sebagai penerima Edgar Award tersebut. Seperti contohnya Raymond Chandler (kreator Philip Marlowe), Ross MacDonald (kreator Lew Archer), Ngaio Marsh (kreator Roderick Alleyn), Philip MacDonald (kreator Anthony Gethryn) dan masih banyak penulis lainnya.

M. Fadli

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s