Arsène Lupin, Pencuri atau Detektif?

Arsene_Lupin_by_Hands_of_ClaySudah sering kali kita mendengar tokoh pencuri legendaris asal dari Perancis bernama Arsene Lupin. Namanya cukup santer di dunia literasi dan disandingkan dengan beberapa tokoh literasi lainnya, bahkan disandingkan dengan tokoh detektif jenius. Tokoh ini merupakan karakter yang diciptakan oleh penulis asal Perancis, Maurice Leblanc. Mungkin sudah sering kita dengar pula beberapa karakter pencuri yang serupa dengannya yang cukup terkenal seperti Robin Hood, A.J Raffles (E. W. Hornun), Thief of Baghdad, Simon Templar/The Saint (Leslie Charteris). Namun tentunya tokoh-tokoh tersebut sangat berbeda dengan tokoh yang satu ini. Disini kami mencoba menjabarkan apa keunikan dan karakteristik yang membuat Arsene Lupin berbeda sehingga menjadi idola di berbagai negara. Apabila ada kekurangan, kami sangat berterima kasih kalau ada yang bisa menambahkan beberapa data untuk melengkapinya.

Sang penulis, Maurice Leblanc terinspirasi dari salah satu tokoh dunia nyata bernama Marius Jacob, seorang pencuri cerdas yang penuh rasa humor tinggi dan selalu bersikap baik kepada setiap korbannya. Awalnya, ia diberi nama Arsène Lopin. Namun karena ada seorang politisi lokal bernama sama, akhirnya tokoh ini mengalami perubahan nama. Tokoh ini pertama kali muncul dalam sebuah cerita pendek “L’Arrestation d’Arsène Lupin” di sebuah majalah berbahasa Perancis, “Je sais tout” pada tanggal 15 Juli 1905 silam. Kisahnya pun dirangkum bersama delapan cerita pendek lainnya dalam “Arsène Lupin, Gentleman Burglar” (Arsène Lupin, Gentleman Cambrioleur) yang terbit pada tahun 1907. Kisah-kisah ini juga dikenal dengan judul lainnya seperti “Exploits of Arsène Lupin” dan “Extraordinary Adventures of Arsène Lupin”. Sampai saat ini, Lupin dikisahkan dalam 20 novel dan 28 cerita pendek.

Arsene Lupin merupakan seorang pria terhormat, terpelajar, selalu berpenampilan elegan serta fasih dalam bahasa Latin dan Yunani. Karena kelebihannya tersebut, pria yang bernama asli Arsene Raoul Lupin ini sangat dipuja oleh para wanita bangsawan. Dan inilah yang dijadikan kelemahan oleh sang penulisnya.

Salah satu alasan Maurice Leblanc membuat tokoh ini lemah terhadap wanita karena kejenuhannya terhadap tokoh Sherlock Holmes. Di era tersebut, hampir seantero Eropa membicarakan tokoh detektif karya Sir Arthur Conan Doyle tersebut. Hal itulah yang mendorongnya untuk membuat karakter yang merupakan kebalikan dari tokoh Sherlock Holmes, namun mampu menandingi metode deduksi dari tokoh detektif tersebut.

Entah dapat ide dari mana, sang penulis sempat mencoba memasukkan tokoh Sherlock Holmes dalam sebuah novel yang bercerita tentang duel antara sang detektif dan pencuri. Hal ini tentunya membuat geram Doyle yang akhirnya melayangkan gugatan kepada Leblanc. Untuk mengakhiri protes dari Doyle, Leblanc kemudian memplesetkan nama detektif di novelnya menjadi Herlock Sholmes. Kisah duelnya ini muncul dalam “Arsene Lupin vs. Herlock Sholmes” (Arsène Lupin contre Herlock Sholmès) di tahun 1908. Untuk edisi Amerika, novel ini dibuat dalam judul yang berbeda, yaitu “The Blonde Lady”, dengan menggunakan nama “Holmlock Shears” untuk Sherlock Holmes, dan “Wilson” untuk nama Watson. Duel keduanya juga terlihat dalam novel “813” dimana Lupin memberikan kode rahasia yang tidak bisa ditebak oleh Herlock Sholmes.

Karakter Lupin berbeda dengan karakter pencuri lainnya. Bila A.J Raffles mencuri dari orang kaya dan memberikan kepada orang membutuhkan dan Ahmed (Thief of Baghdad) yang mencuri benda-benda besejarah untuk memenangkan hati sang pujaan, maka Lupin mencuri untuk alasan yang unik. Ia menganggap mencuri adalah suatu seni dalam mengunakan kecerdasannya. Bagi Lupin, mencuri merupakan pemanfaatan potensi dan penyaluran hobi sekaligus seni. Selain itu, mencuri dianggap sebagai salah satu cara bagi dirinya untuk menghargai benda seni dan antik.

Dalam beberapa novelnya, Arsene Lupin juga memiliki rival yang sangat jenius. Seorang remaja SMA bernama Isidore Beautrelet yang memiliki kelebihan dalam memecahkan kasus layaknya para detektif ternama. Tokoh ini muncul di novel “The Hollow Needle”. Ia kerap membuat Lupin sakit kepala.

Lupin hidup dengan bergonta-ganti wanita dan menjadi seorang playboy. Meski mencoba menjalin kisah cinta dengan wanita, namun kenyataan kisah cintanya selalu berakhir tragis. Hal ini membuatnya memutuskan untuk tidak menjalin hubungan cinta yang serius dengan wanita dan memilih hidup bebas tanpa ada ikatan.

Lupin memiliki metode dan kejeniusan layaknya Sherlock Holmes. Dengan kelihaiannya ia sering berhasil lolos dari kejaran polisi dan Beautrelet. Selain memiliki kejeniusan, Lupin juga ahli dalam bela diri layaknya Sherlock Holmes. Bila Sherlock ahli dalam tinju, maka Lupin sangat ahli dalam jujitsu. Ia juga memiliki kemampuan menyamar yang sempurna, bahkan lebih baik daripada Sherlock Holmes. Kabarnya, karena seringnya menyamar, ia terkadang hampir lupa dengan bentuk wajah aslinya sendiri.

Walau Lupin adalah pencuri ulung dan musuh utamanya merupakan polisi, namun terkadang ada situasi dimana ia menjadi kambing hitam dari pencurian yang tidak ia lakukan. Terkadang ia juga bertemu lawannya sesama pencuri jahat yang tidak sepaham dengannya. Situasi seperti inilah yang membuat posisi Lupin terpaksa harus berperan seperti layaknya detektif untuk membuktikkan bahwa dirinya tidak bersalah dan menjebak para pencuri jahat lainnya. Sepak terjang seperti inilah yang membuat Lupin pantas bila disandingkan dengan para tokoh detektif lainnya.

Lupin juga dikenal sebagai tokoh yang memiliki solidaritas tinggi terhadap teman-temannya. Hal itu terlihat dalam novelnya yang berjudul “The Crystal Stopper “, dimana terjadi sebuah insiden yang membuat kedua temannya harus ditangkap dan hampir dihukum mati. Lupin pun beraksi melawan ketidakadilan dan mencari pemeras yang menyembunyikan bukti kriminal dari kedua temannya tersebut.

Dalam novelnya, Lupin banyak memberikan tutur kata dan unsur humor yang sangat menarik. Satu lagi yang membedakan Lupin dengan Holmes. Unsur humor inilah yang membuat banyak pengemar dan jatuh cinta pada karakter ini. Sehinga banyak pihak yang membuat film, serial TV, komik, dan bahkan banyak penulis lain yang membuat “pastiche” untuk tokoh ini. Selain itu, beberapa negara di Asia juga berusaha mengadopsi ceritanya, seperti di Jepang dan Filiphina.

Di Indonesia, beberapa novel Arsene Lupin sempat diteremahkan dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Bukune dan Visi Media. Di bawah ini ada beberapa novel dan kumpulan cerita pendek dari tokoh gentlemen thief tersebut.

  • Arsène Lupin, Gentleman Burglar (Arsène Lupin, gentleman cambrioleur, 1907 coll., 9 stories) (AKA Exploits of Arsène Lupin, Extraordinary Adventures of Arsène Lupin)
  • Arsene Lupin vs. Herlock Sholmes (Arsène Lupin contre Herlock Sholmès, 1908 coll., 2 stories) (AKA The Blonde Lady)
  • The Hollow Needle (L’Aiguille creuse, 1909)
  • 813 (813, 1910)
  • The Crystal Stopper (Le Bouchon de cristal, 1912)
  • The Confessions of Arsene Lupin (Les Confidences d’Arsène Lupin, 1913 coll., 9 stories)
  • The Shell Shard (L’Éclat d’obus, 1916) (AKA: Woman of Mystery)
  • The Golden Triangle (Le Triangle d’or, 1918) (AKA: The Return of Arsène Lupin)
  • The Island of Thirty Coffins (L’Île aux trente cercueils, 1919) (AKA: The Secret of Sarek)
  • The Teeth of The Tiger (Les Dents du tigre, 1921)
  • The Eight Strokes of The Clock (Les Huit Coups de l’horloge, 1923 coll., 8 stories)
  • The Countess of Cagliostro (La Comtesse de Cagliostro, 1924) (AKA: Memoirs of Arsene Lupin)
  • The Damsel With Green Eyes (La Demoiselle aux yeux verts, 1927) (AKA: The Girl With the Green Eyes, Arsène Lupin, Super Sleuth)
  • The Overcoat of Arsène Lupin (Le Pardessus d’Arsène Lupin, published in English in 1926)
  • The Man with the Goatskin (L’Homme à la peau de bique (1927)
  • The Barnett & Co. Agency (L’Agence Barnett et Cie., 1928 coll., 8 stories) (AKA: Jim Barnett Intervenes, Arsène Lupin Intervenes)
  • The Mysterious Mansion (La Demeure mystérieuse, 1929) (AKA: The Melamare Mystery)
  • The Mystery of The Green Ruby (La Barre-y-va, 1930)
  • The Emerald Cabochon (Le Cabochon d’émeraude (1930)
  • The Woman With Two Smiles (La Femme aux deux sourires, 1933) (AKA: The Double Smile)
  • Victor of the Vice Squad (Victor de la Brigade mondaine, 1933) (AKA: The Return of Arsene Lupin)
  • The Revenge of The Countess of Cagliostro (La Cagliostro se venge, 1935)
  • The Billions of Arsène Lupin (Les Milliards d’Arsène Lupin, 1939)
  • The Last Love of Arsene Lupin (Le Dernier Amour d’Arsène Lupin, 2012)

*Agung Septian P

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s