Father Brown, Detektif Religius dan Bijak.

father-brown-e1324322536388-300x233Sosok detektif biasanya digambar sebagai sosok yang tinggi, anggun, tangguh dan memiliki sikap esentrik. Hal itu bisa dilihat dari gambaran Sherlock Holmes, Philo Vance, atau mungkin uga Sam Spade. Tapi bagaimana dengan sosok kecil, pendek, gemuk, pipi bulat, membawa payung, bertopi bulat dan berprofesi sebagai seorang pemuka agama? Apakah akan ada yang percaya bahwa tokoh tersebut adalah detektif?

Ya, itulah gambaran sosok Father Brown atau bisa juga disebut sebagai pastor Brown. Profesi utamanya adalah seorang pemuka agama yang ternyata memiliki insting dan intuisi seperti seorang detektif. Father Brown yang diciptakan oleh penulis asal Inggris, G.K Chesterton pertama kali muncul pada Juni 1910 di majalah mingguan Saturday Evening Post, Philadelphia melalui cerita pendek berjudul, “Valentin Follows a Curious Trail.” Kisah tersebut akhirnya dipublish ulang oleh majalah Story-Teller , London edisi September 1910 dengan judul “The Blue Cross”

Mungkin Father Brown bisa dianggap tokoh detektif pertama yang berlatar belakang seorang pemuka agama yang hidup dengan dunia spiritualnya. Menurut penggamabaran sang penulis, sosok Pastor sangat lekat dengan dunia kriminal, khususnya dalam pengakuan dosa seorang kriminal. Meski ia berlatar pelayan gereja yang polos dan lugu, tapi ia mengerti banyak tentang dunia kriminal.

Tokoh Father Brown sendiri terinspirasi dari seorang Pastor Katolik Roma asal Irlandia bernama Pastor John O’Connor yang kebetulan akrab sangat akrab dengan sang penulis G.K Chesterton. Bukan tampilan fisik atau gelar bangsawan O.Connor yang menginspirasi Chesterton, tapi lebih kepada pola pikir spiritualnya dalam memahami permasalahan.
Pastor Brown berkarakter cenderung jenaka, dengan kemunculan yang kadang-kadang tidak terduga. Keberadaannya di tempat keadian perkara kadang-kadang sering diabaikan orang sekitarnya. Mereka baru mulai memperhatikannya bila ia memberi celetukan atau memberikan pertanyaan yang aneh.

Father Brown bukanlah detektif swasta yang membuka agensi seperti Sherlock Holmes dan Sam Spade. Bukan pula detektif kepolisian yang berkeliaran menangani kasus seperti ules Maigret dan Lecoq. Father Brown cuma seorang sipil yang memiliki kemampuan detektif atau yang biasa disebut detektif amatir seperti halnya Rouletabille dan Miss Marple, dan lain-lain.

Father Brown gemar berkeliling negeri. Terkadang ditemani oleh rekannya M Flambeau, pencuri asal Perancis yang akhirnya bertobat. Dalam banyak kasus, Father Brown malah sering melepaskan pelaku kejahatan dan menutupi jejaknya dari kepolisian. Karena menurut pandangannya semua orang bisa bertobat dan menjadi orang baik. Seperti halnya rekanya Flambeau, seorang mantan pencuri yang akhir bertobat dan kemudian menjadi detektif swasta.
Berbeda dengan beberapa detektif yang cenderung mengandalkan deduksi dari fakta yang ada, Father Brown cenderung mengandalkan intuisi. Dia membayangkan dirinya adalah pelaku, membayangkan gairah dan tujuan si pelaku, sehingga akhirnya bisa menemukan titik lemah sang pelaku. Pola pikir Father Brown mirip Dupin karya Edgar Allan Poe, namun Father brown lebih humanis dan bijak.

Father Brown kerap memberikan penjelasan perihal sesuatu yang tidak bisa dijelaskan melalui sudut pandang orang yang berbeda. Seperti yang terlihat di kisah ‘The Queer Feet”, Father Brown menjelaskan bahwa sudut pandang setiap orang berbeda, khususnya dalam mengenali seseorang. Seperti yang terjadi di restoran mewah dalam cerita tersebut. Seseorang telah menyelinap dalam kerumunan para tamu dan pelayan, namun tidak satu orang pun yang mengenalinya. Father Brown mengatakan bahwa orang asing ini memang sangat lihai dalam mengelabui mata orang lain. Ia menjelaskan bahwa sudut pandang para tamu dan pelayan dalam melihat sosok ini sangat bebeda. Para tamu memiliki pandangan bahwa orang asing ini terlihat layaknya seperti pelayan restoran lainnya. Sedangkan menurut sudut pandang para pelayan restoran, orang asing tersebut justru terlihat seperti salah satu tamu pengunjung restoran tersebut.

Dalam kurun waktu 1911 sampai 1936, terhitung ada 48 cerita pendek tentang Pastor Brown yang ditulis Chesterton. Ada lima buku kompilasi cerpen dan tiga novel, yaitu The Innocence of Father Brown, The Wisdom of Father Brown, The Incredulity of Father Brown, The Secret of Father Brown, dan The Scandal of Father Brown. Sedangkan untuk tiga novelnya terdiri dari “The Donnington Affair”, “The Vampire of the Village”, dan “The Mask of Midas.

Di Indonesia sendiri, “The Innocence of Father Brown” dan “The Wisdom of Father Brown” pernah diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Visimedia. Kisahnya uga banyak diadaptasi ke thetare, radio, dan serial televisi. Seperti Kenneth More yang memerankan Father Brown dalam serial televisi 1974 dan Mark Williams dalam serial televisi BBC 2013.

Salah satu alasan G.K Chesterton menulis Father Brown adalah untuk menumbangkan konsep pastor yang tidak mementingkan tentang duniawi. Di sisi lain, ia juga beranggapan seorag detektif tidak sekedar memecahkan misteri kejahatan, tetap juga misteri kematian dan kehidupan.

Beberapa quotes dari Father Brown

“Where does a wise man hide a leaf? In the forest. But what does he do if there is no forest? He grows a forest to hide it in.”

“Humility is the mother of giants. One sees great things from the valley; only small things from the peak.”

“My brain and this world don’t fit each other; and there’s an end of it.”

“We can direct our moral wills; but we can’t generally change our instinctive tastes and ways of doing things.”

“If the devil tells you something is too fearful to look at, look at it. If he says something is too terrible to hear, hear it. If you think some truth unbearable, bear it.”

“Private lives are more important than public reputations. I am going to save the living, and let the dead bury their dead.”

“…Never mind; one can sometimes do good by being the right person in the wrong place.”

Advertisements

One thought on “Father Brown, Detektif Religius dan Bijak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s