Hard-Boiled

14301115

Di tahun 1894, penulis Inggris bernama Arthur Morrison menciptakan tokoh seorang detektif swasta dengan gaya modern bernama Martin Hewitt. Tokoh inilah yang akhirnya dianggap sebagai contoh awal dari kisah detektif bergaya baru yang modern.

Di akhir tahun 1920, Al Capone dan kelompok mafia menjadi sorotan dunia. Dunia gelap para mafia, khususnya di Amerika menyebarkan rasa takut di kalangan masyarakat, dan juga menjadi inspirasi dalam dunia fiksi kriminal. Kisah-kisahnya memiliki banyak unsur kekerasan seperti penganiyaan dan ketidak adilan yang ditemui tokoh utamanya seperti yang tertuang di beberapa majalah eceran, salah satunya majalah bernama Black Mask.

Dalam kisah-kisah kriminal bernuansa mafia dan kekerasan tersebut bermunculan beberapa tokoh detektif swasta, yang juga disebut penyelidik swasta, atau private investigator. Private Investigator kadang disingkat menjadi “PI” dan “Private Eye”. Huruf ‘I” kadang yang di dalam penyebutannya terdengar seperti “eye”, Sehingga terciptalah kata Private Eye. Kebanyakan kisah-kisahnya tidak memiliki unsur misteri. Meski ada tokoh detektifnya, tapi ceritanya lebih berfokus kepada bagaimana keadilan ditegakkan kepada mereka yang mendapat perlakuan kasar, yang digambarkan dengan detail yang jelas.

Di tahun 1930, novel private eye banyak diadaptasi oleh penulis Amerika. Detektif yang muncul terlihat tangguh dan stylish seperti Sam Spade atau Nick Charles (Continental OP), kreasinya Dashiell Hammett. Kisah detektifnya lebih mengeksplore kepada kerasnya kehidupan jalanan dan sistem yang korup dari pemerintahan Amerika Serikat.

Genre ini semakin dikenal dan mendapat nuansa baru setelah Raymond Chandler menciptakan detektifnya bernama Philip Marlowe pada akhir 1930. Chandler membawa Philip Marlowe, tokoh detektifnya memiliki nuansa yang lebih intim dibandingkan dengan gaya “laporan” seperti yang ditulis oleh Hammet di cerita Continental OP. Cara Philip Marlowe berdialog di novelnya terdengar berirama dengan narasi prosa yang indah dan terkesan musikal.

Style novel ini akhirnya menjadi sub genre baru dari crime fiction yang disebut dengan “hardboiled”. Genre ini tidak terfokus kepada para detektifnya, tapi lebih fokus ke korban kejahatan, gangster, tukang pukul, dan para pelaku kriminal lainnya. Novel ini memakai gaya bahasa yang dingin, kadang elegan yang keluar melalui sudut pandang sang detektif tanpa perasaan. Genre akhirnya menjadi sangat fenomenal di Amerika. Kisahnya memunculkan gang yang gelap, anggota gangster, wanita-wanita kaya dan organisasi kriminal. Gaya ini diikuti oleh penulis lain atau penulis serial TV. Detektif tipikal ala Philip Marlowe pun mulai banyak bermunculan, seperti Lew Archer (Ross MacDonald), Mike Hammer (Mickey Spillane) dan lainnya.

Genre ini muncul setelah publik Amerika bereaksi terhadap gaya tulisan novel detektif atau misteri  Inggris kebanyakan yang terlalu “cozy”‘. Maka lahirlah sebuah gaya penulisan baru, American hard-boiled (beberapa juga menyebutnya sebagai dengan sebutan noir fiction). Penulis seperti Dashiell Hammett (1894–1961), Raymond Chandler (1888–1959), Jonathan Latimer (1906–1983), Mickey Spillane (1918–2006), dan beberapa penulis lain menulisnya dengan gaya yang berbeda, sebuah pendekatan baru dalam fiksi kriminal.

Beberapa ciri-ciri khas dari para detektif atau private eye dalam novel hardboiled antara lain adalah:

Detektifnya selalu bekerja sendirian, mereka terkesan penyendiri dan terlihat sangar. Umurnya antara 35 sampai 45 tahun. Makanan diet kegemaran mereka adalah telur goreng, kopi hitam, dan rokok. Mereka sering mendatangi klub malam yang suram dengan nuansa musik jazz. Mereka biasanya peminum berat tapi selalu waspada dengan sekitarnya dan mampu melawan balik bila ada yang menyerang mereka tiba-tiba. Mereka selalu memakai pistol. Mereka kadang menembak para kriminal bila itu diperlukan untuk memecahkan kasus mereka. Mereka selalu terlihat miskin dan kekurangan uang. Kasus yang mereka tangani kadang terlihat gampang, seperti membuntuti perselingkuhan, namun bisa berubah menjadi kasus yang membingungkan. Mereka terlibat dengan kehidupan jalanan dan gang-gang yang suram. Mereka sering terlibat dengan wanita muda yang kaya dan organisasi kriminal. Wilayah mereka biasanya terletak di Los Angeles, San Francisco, New York, atau Chicago.

Detektif hard-boiled kadang selalu bertentangan dengan departemen kepolisian. Mereka terlihat ambisius dalam rangka menyelamatkan Amerika dan melenyapkan semua elemen keahatan seorang diri. Salah satu contohnya adalah tokoh Philip Marlowe (tokoh yang paling terkenal) karya Raymond Chandler yang mengakui kepada kliennya di novel “The Big Sleep” bahwa dia adalah tipe yang individualis. Tidak seperti detektif Inggris yang selalu memiliki partner.

“Tolong ceritakan tentang diri anda, Mr. Marlowe. Saya rasa saya punya bertanya khan?”

“Ya, tapi hanya sedikit yang bisa kukatakan. Saya berumur 33 tahun, pernah kuliah sekali dan masih bisa berbahasa Inggris bila ada yang butuh. Aku pernah bekerja sebagai investigator untuk Jaksa Penuntut Umum, Mr Wilde, the District Attorney. Saya tidak menikah karena aku tidak suka dengan wanita tipikal istri polisi. Dan saya juga termasuk orang yang sinis.

“Kau tidak suka bekera denganWilde?”

“Aku dipecat. Karena tidak mau bekerja sama. Aku adalah orang yang tidak mudah diajak kerja sama, Jenderal.”

Di Indonesia, ada dua novel hard-boiled yang pernah masuk. Salah satunya kasusnya Mike Hammer karya Mickey Spilaney dan Mark Preston karya Peter Chambers (Gramedia 1992). Salah satu contoh untuk hard-boiled bisa dilihat di serial tokusatsu Kamen Rider W.

M. Fadli

*Berbagai Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s