Jane Marple, Nenek Cerdas Pemecah Misteri

51WYZedQVeL._SY300_Jangan remehkan seorang wanita tua. Bisa jadi kemampuan berpikirnya dua kali daripada orang yang lebih muda. Adalah Jane Marple – atau yang dikenal sebagai Miss Marple, seorang perawan tua yang memiliki kecerdasan dalam berpikir, khususnya dalam mememecahkan kasus kriminal yang terjadi di sekitarnya layaknya detektif profesional. Ia diciptakan oleh Agatha Christie, novelis misteri paling fenomenal yang juga dikenal karena tokoh detektif rekannya, Hercule Poirot. Miss Marple tampil dalam 12 novel dan 20 cerita pendek. Ia tampil pertama kali dalam cerita pendek berjudul “The Tuesday Night Club” yang diterbitkan oleh The Royal Magazine pada akhir 1927. Sedangkan debut novelnya dimulai di tahun 1930 melalui kisah “The Murder at the Vicarage.”

Saat menciptakan tokoh ini, Agatha Christie banyak terinspirasi dari beberapa tokoh yang ia kenal dekat. Seperti nenek tirinya sendiri, bibinya yang bernama Margaret West, dan salah satu tokoh wanita tua dalam cerita karangannya sendiri bernama Caroline Sheppard dalam cerita “The Murder of Roger Ackroyd.”

Sedangkan untuk nama “Marple” sendiri belum ada penjelasan dari mana berasal. Penjelasan yang paling mendekati mungkin adalah bahwa nama ini diambil dari nama stasiun Marple di Stockport yang sering dilewati oleh Agatha Christie. Sumber lain juga menjelaskan bahwa ada kemungkinan bahwa nama itu diambil dari nama keluarga Marple yang tinggal didekat rumah adiknya di Abney Hall.

Miss Marple digambarkan sebagai wanita tua Inggris yang tinggal di sebuah desa kecil bernama St. Mary Mead untuk menikmati sisa hidupnya. Saat berpergian keluar rumah ia selalu memakai topi cloche (berbentuk bel), blus berenda, sarung tangan kulit yang usang, dan tas kecil berbahan karpet. Umurnya tidak diketahui beberapa pastinya, tapi dalam novel “At Bertram’s Hotel”, disebutkan bahwa Miss Marple pernah berkunjung ke hotel tersebut saat umurnya masih 14 tahun, dan itu sudah berlalu 60 tahun yang lalu. Jadi bisa diperkirakan kalau umurnya adalah 74 tahun di novel tersebut.

Sangat sedikit yang bisa diceritakan dari latar belakang Miss Marple. Tidak ada keterangan kenapa dia tidak menikah atau seperti apa pekerjaannya di masa mudanya. Hanya ada sedikit dugaan tentang kisah cintanya berdasarkan pembukaan di serial “Agatha Christie’s Marple” dalam episode “The Murder at the Vicarage”. Di pembukaan episode tersebut terlihat Miss Marple di masa gadisnya sedang berpisah dengan kekasihnya karena harus ditinggal ke medan perang. Ada yang menduga kekasihnya meninggal di medan perang sehingga Miss Marple berduka dan memilih untuk tidak menikah karena menganggap tidak pria yang bisa menggantikan kekasih yang dicintainya. Dugaan lain adalah Miss Marple masih beharap kekasihnya akan kembali meski harus menunggu sampai bertahun-tahun lamanya. Akan tetatpi hal ini hanya dugaan para penggemarnya. Tidak ada pernyataan resmi dari ahli waris Agatha Christie tentang cinta masa lalu Miss Marple.

Sedangkan latar belakang keluarganya juga tidak banyak disebutkan. Yang mungkin bisa diceritakan adalah bahwa Miss Marple memiliki dua adik perempuan. Salah satu adiknya merupakan ibu dari keponakannya yang bernama Raymond West, seorang penulis terkenal yang menikah dengan seorang model terkenal bernama Joan West. Dari keponakan inilah Miss Marple mendapat keamanan finansial. Semua biaya hidupnya ditanggung oleh keponakannya tersebut karena Miss Marple sudah tidak bekerja lagi di masa tuanya. Sedangkan dari adik perempuannya yang lain, ia memiliki keponakan bernama Mabel Denham, seorang wanita muda yang didakwa karena meracuni suaminya sendiri.

Miss Marple memang bukan seorang aristokrat atau lahir dari keluarga bangsawan. Tapi tingkah lakunya diakui oleh mereka yang pernah tinggal bersamanya sebagai sosok yang “sopan.” Ia banyak mendemontrasikan pengetahuannya yang luas, termasuk pengetahuan yang pernah ia pelajari melalui kursus kesenian yang berkaitan dengan anatomi tubuh manusia dengan cara mengamati mayat manusia. Banyak yang mengakui bahwa ia tumbuh besar di sekitaran gereja Katedral dan menyelesaikan masa pendidikannya di sekolah Italia bersama dua temannya asal Amerika, Ruth Van Rydock dan Caroline “Carrie” Louise Serrocold.

Desa St. Mary Mead merupakan sebuah desa fiksi yang muncul dalam setiap novelnya. Desa tersebut bisa dianggap sebagai desa yang penuh dengan sisi negatif manusia, karena selalu terjadi kasus kriminal di desa tersebut. Mungkin bisa dihitung ada dua pembunuhan di desa tersebut yang terjadi dalam satu tahun.

Karakter Jane Marple mengalami perkembangan dan perubahan seiring dengan novel-novelnya diterbitkan. Pada kisah pertama di “The Murder at the Vicarage”, Miss Marple digambarkan sebagai seorang wanita tukang gosip yang kurang menyenangkan. Penduduk desa St. Mary Mead terkadang lelah dengan sifatnya yang selalu ingin tahu dan selalu melihat kejelekan orang lain. Namun di beberapa novel berikutnya, karakter mengalami perubahan. Ia menjadi seorang wanita tua yang baik, sopan dan moderat kepada siapa pun.

Meski sudah berusia lanjut, Miss Marple banyak memecahkan kasus kriminal yang sulit dengan ketajaman cara berpikirnya. Tindakan kriminal selalu mengingatkannya dengan insiden pararel, meskipun agak cukup membosankan dengan analogi mendalam yang diungkapnya dalam memahami hakikat sebuah tindakan kriminal. Miss Marple memiliki kemampuan untuk menangkap komentar sederhana dari percakapan orang lain yang secara tidak ternyata sangat berhubungan dengan kasus yang ditanganinya.

Di beberapa cerita, Miss Marple banyak dibantu oleh Sir Henry Clithering, seorang manat komisaris polisi dari Metropolitan Police. Disaat semua polisi selalu melarang Miss Marple untuk ikut campur dalam penanganan kasus kriminal, Sir Henry Clithering malah mendukung Miss Marple dan berbagi informasi resmi saat dibutuhkan.

Melihat cara Agatha Christie menuliskan setiap kasus yang dialami Miss Marple, banyak pengamat cerita misteri mendeskripsikan bahwa cerita Miss Marple dapat digolongkan ke dalam “cozy mystery”. Cozy misteri sendiri dideskripsikan sebagai kisah misteri yang minim dari aksi dan kekerasan dengan tokoh protagonis seorang detektif amatir (bukan polisi atau detektif swasta) yang tidak memiliki kekuatan fisik. Beberapa indikasi lain juga mengacu kepada gaya “cozy mystery” tersebut, seperti misteri yang terjadi di desa kecil atau di sebuah komunitas kecil, pembunuhnya bukan seorang psikopat atau pembunuh berseri melainkan orang terdekat dengan motif serakah, cemburu, atau dendam. Banyak yang menganggap kisah “cozy mystery” yang minim aksi ini sangat membosankan. Namun sub genre ini dapat menarik pembaca yang bukan penggemar genre cerita detektif dapat menikmati cerita ini.

Novel tentang Miss Marple, mulai dari “The Murder at The Vicarage” sampai novel terakhirnya “The Sleeping Murder” telah banyak diterjemahkan dalam berbagai bahasa di dunia. Di Indonesia, novelnya diterjemahkan dan diterbitkan oleh salah satu penerbit terbesar, Gramedia Pustaka Utama.

Sepeti layaknya Hercule Poirot, Miss Marple sudah beberapa kali diadaptasi untuk teater, drama radio, serial televisi dan film layar lebar. Mulai dari Margaret Rutherford, Angela Lansbury, Ita Ever, sampai dengan aktris serial televisi seperti Joan Hickson yang tampil di serial BBC “Miss Marple” (1984 – 1992). Sedangkan Geraldine McEwan dan Julia McKenzie berperan dalam serial “Agatha Christie’s Marple” (McEwan 2004 – 2009 dan McKenzie 2009 – 2013). Perjalanan hidup Miss Marple bisa dinikmati di dalam buku biografi “The Life and Times of Miss Jane Marple” yang ditulis oleh Anne Hart.

Beberapa quotes dari Miss Marple:

“Everybody is very much alike, really. But fortunately, perhaps, they don’t realise it.” – Miss Marple”

“There is a great deal of wickedness in village life. I hope you dear young people will never realize how very wicked the world is.”

“Human nature is much the same everywhere, and, of course, one has opportunities of observing it at closer quarters in a village.”

“Human nature is always interesting, Sir Henry. And it’s curious to see how certain types always tend to act in exactly the same way”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s