Letnan Columbo, Ikon Detektif Serial Televisi.

columbo1-837x1024Bila Sherlock Holmes dikenal sebagai ikon detektif yang terlahir dari karya literasi, maka sosok polisi detektif berpangkat Letnan ini adalah ikon detektif dari serial televisi. Dialah Letnan Columbo, detektif bagian pembunuhan yang mengabadikan dirinya kepada Los Angeles Police Departemen, Amerika. Karakter ini diciptakan oleh Richard Levinson dan William Link dan muncul pertama kali pada tahun 1960.

Meski ada tiga nama yang pernah memerankah tokoh ini, namun nama Peter Falk-lah yang kemudian membuat karakter Columbo menjadi sangat disukai dan disejajarkan sebagai detektif sehebat Sherlock Holmes dan detektif klasik lainnya. Columbo versi Peter Falk muncul petama kali tahun 1968 dengan judul “Persciption: Murder”. Sedangkan episode terakhirnya berjudul “Columbo Likes the Nightlife” disiarkan pada tahun 2003 lalu disaat usia Falk telah mencapai 76 tahun. Ini membuktikan bahwa Peter Falk, telah memerankan tokoh Columbo selama 35 tahun.

Menurut William Link, Columbo terinspirasi dari beberapa karakter. Salah satunya dari karakter Porfiry Petrovich di “Crime and Punishment” dan karakter Father Brown, pastor detektif rekaan G. K. Chesterton. Sumber lain mengatakan bahwa Columbo juga terinspirasi dari karakter Perancis, Inspektur Fichet dari kisah suspense-thriller “Les Diaboliques” tahun 1955.

Dalam semua episodenya, tidak pernah ada yang memanggil atau mengetahui siapa nama depan dari Columbo. Namun ada beberapa episode yang memperlihatkan identitas kepolisian dan lencana daam dompetnya. Tertulis dengan nama “Lieutenant Frank Columbo” dengan nomor lencana 416. Di dalam setiap episodenya ia kadang-kadang berkomentar tentang asal usul dan keluarganya.Tapi yang sering terdengar adalah bahwa ia memiliki istri yang hampir di setiap episode selalu diucapkannya dalam percakapan.

Kalau dilihat dari penampilannya, Columbo adalah seorang pria pendek berumur 40 tahun keturunan Italia dengan ciri khas memakai mantel hujan bewarna krem yang agak kumal dan selalu menghisap rokok. Rambutnya agak berantakan, tampang yang lusuh, dengan mata kanannya terlihat agak sedikit jereng. Ia lebih terlihat seperti seorang tunawisma (gembel) daripada seorang polisi. Columbo mengakui dirinya bukan orang yang rapi dan teratur, ia cenderung berantakan, seperti kesulitan mencari catatan di setiap kantong pakaian yang ia pakai atau membuang abu rokoknya di sembarang tempat. Tapi ia mengakui hal itu adalah kelemahan dan sifat alamiah dirinya, seperti yang ia katakan dengan lemah lembut kepada kepala pelayan wanita di dalam episode “Double Shock.”

“Mrs. Peck, I made a very poor introduction of myself to you. I know that. I’m a stranger in your house that you love, and I’m here to do something that’s not pleasant, so I don’t expect you to like me. But I have feelings too, Mrs. Peck. I’m sorry about being untidy. That’s something I can’t control. That’s a fault of mine that I don’t know… I just can’t correct that. I’ve tried many years. I’m just very untidy. That’s my nature. But I’ve never been… I’ve never been rude to you, Mrs. Peck.”

Dengan perawakan dan perangainya tersebut, banyak orang yang menganggap remeh dirinya, termasuk para pelaku. Bahkan banyak yang mengira bahwa ia bukanlah polisi. Seperti yang terjadi pada episode “Lady In Waiting”. Seorang wanita kaya mengira Columbo adalah seorang pelayan rumah dan menyuruhnya untuk menurunkan barang bawaan dari dalam taksi. Meskipun dianggap remeh, Columbo tidak pernah marah, bahkan ia dengan sukarela membawakan barang bawaannya sekaligus membayar ongkos taksi wanita tersebut. Begitu Columbo mengatakan bahwa sebenarnya di adalah polisi, sang wanita malah memintanya untuk menunjukkan kartu identitas dan lencananya.

Meskipun perawakannya seperti itu, para penonton menyukai sosoknya. Columbo diakui sebagai tokoh detektif yang paling ramah, bersahabat, sabar, tidak pernah marah, dan selalu memberikan pujian kepada orang lain, termasuk pada pelaku kejahatan. Meskipun banyak pihak yang merasa terganggu dengan gaya bicaranya yang ngalor ngidul dan selalu muncul tanpa kenal waktu dan tempat. Selain itu, ia selalu meminta dengan sopan dan bahasa yang formal jika ingin melakukan sesuatu. Di episode “Blueprint for Murder”, Columbo sempat dicegat dan diusir oleh seorang penjaga keamanan karena ingin masuk ke dalam sebuah acara khusus tanpa undangan. Namun Columbo tidak marah, malah ia meminta dengan sopan dan menjelaskan bahwa ia adalah polisi dan ingin mencari seseorang di dalam acara tersebut.

Meskipun ia adalah seorang polisi, Columbo sangat jarang terlihat membawa pistol. Ia lebih banyak menggunakan akalnya dibandingkan pistol. Sehingga banyak fans yang berpendapat bahwa semua anggota polisi harusnya mencontoh sikap Columbo yang ramah kepada semua orang. Karena bagi Columbo, ia menyukai semua orang dan menganggap mereka sebenarnya semuanya baik, meskipun pembunuh. Sehingga ia tidak perlu menodongkan pistol ke setiap orang yang ia ingin tangkap. Seperti yang ia ungkapkan dalam episode “Try and Catch Me” :

“I like my job. Oh, I like it a lot. And I’m not depressed by it. And I don’t think the world is full of criminals and full of murderers. Because it isn’t. It’s full of nice people just like you. And if it wasn’t for my job, I wouldn’t be getting to meet you like this. And I’ll tell you something else. Even with some of the murderers that I meet, I even like them too, sometimes. Like them and even respect them. Not for what they did, certainly not for that. But for that part of them which is intelligent or funny or just nice. Because there’s niceness in everyone, a little bit, anyhow. You can take a cop’s word for it.”

Selain karakternya yang sopan, para penggemar juga menyukai kecerdasannya dalam menyelidiki setiap kasus pembunuhan. Columbo adalah orang sangat teliti terhadap sesuatu. Setiap detail dan setiap ada kejanggalan akan selalu menjadi pertanyaan baginya. “Ada sesuatu yang menganggu pikiranku…”. Ia juga memiliki kemampuan deduksi layaknya Sherlock Holmes. Hanya bedanya Sherlock Holmes selalu menjelaskan semua detail deduksinya kepada Watson atau siapa pun dan puas ketika semua orang terkagum-kagum padanya. Sedangkan Columbo melakukan deduksi dengan cara yang tidak menarik perhatian orang lain. Dan ketika dipuji akan kecerdasannya, ia berusaha menjawab dengan rendah hati. Seperti dalam percakapan dalam episode “Death Lends a Hand”:

  • Columbo: “Uh, oh, listen. This is a little bit off the subject. My sister-in-law, she wants to buy a place out at the beach. How do you like it out there?
  • Mr. Brimmer: “Who told you I was living out at the beach?
  • Columbo: “Well, no one. I noticed your car out in front of Mr. Kennicutt’s. You know, you parked it there in the driveway. As I was walking by, I saw the chrome was tarnished.
    You know what the salt air does to it. It just eats the life out of it.”
  • Mr. Brimmer: “Yeah, that part’s a problem, all right. Uh, you’re a very observant man, Lieutenant.
  • Columbo: “That’s not what my wife says.” [Laughs]

Sherlock Holmes mungkin bisa dianggap sebagai detektif yang dianugerahi kejeniusan dan memiliki bakat secara alamiah. Tapi Columbo ada jenis detektif jenius yang mendapatkan kemapuannya lantaran mau banyak belajar dan bekerja keras. Seperti yang ia katakan dengan santai saat sedang duduk di ruang tamu bersama sang pelaku dalam episode “The Bye-Bye Sky High IQ Murder Case”:

“All my life I kept running into smart people. I don’t just mean smart like you and the people in this house. You know what I mean. In school, there were lots of smarter kids. And when I first joined the force, sir, they had some very clever people there. And I could tell right away that it wasn’t gonna be easy making detective as long as they were around. But I figured, if I worked harder than they did, put in more time, read the books, kept my eyes open, maybe I could make it happen. And I did. And I really love my work, sir.”

Salah satu kesuksesan kisah Columbo adalah struktur cerita yang saat itu tidak biasa digunakan dalam cerita detektif. Para penggemar kisah misteri lebih familiar dengan struktur “whodunnit”, dimana para penontonnya bisa mengikuti penyidikkan kasus dan menebak siapa pelakunya di akhir cerita. Tapi struktur cerita Columbo adalah kebalikan dari itu semua. Serial Columbo memakai struktur cerita “Inverted detective story” atau “howcacthem”, dimana para penontonnya sudah mengetahui identitas pelaku di awal cerita. Biasanya, serial Columbo dimulai dengan persiapan kejahatan, motif yang mendorong pelaku, trik pembunuhan yang digunakan, dan tentunya identitas pelakunya. Setelah itu, munculah Columbo sebagai penyidik dari kasus tersebut.

Meskipun tidak ada misteri bagi para pemirsanya karena sudah mengetahui pelaku di awal cerita, namun para penonton sangat menyukai karakter tokoh ini. Kekuatan serial Columbo – selain karakter dan struktur ceritanya – adalah dialog dari sang detektif. Banyak yang mengagumi setiap komentar yang dilontarkan sang detektif yang kadang membuat penontonnya terkekeh. Selain itu cara Columbo menemukan detail dalam setiap kasusnya juga menarik perhatian.

Hampir semua pelaku dalam serial Columbo adalah orang-orang kaya raya dan terkenal. Ketenaran inilah yang kadang-kadang membuat Columbo terpesona dengan pelakunya. Pelaku mungkin adalah seorang penulis terkenal atau aktor yang ia sukai dari kecil. Sehingga kadang-kadang saat di lokasi, Columbo meminta tanda tangan atau memuji sang pelaku. Hal inilah yang membuat para pelakunya merasa nyaman dengan Columbo meskipun dengan hati was-was karena takut trik dan identitasnya ketahuan. Setiap di akhir percakapan dengan pelaku, ia selalu minta ijin untuk permisi. Tapi secara tiba-tiba, Columbo kembali lagi dan kemudian mengucapkan kalimat “just one more thing” atau “just one more question”. Hal itu yang familiar terdengar di setiap episodenya. Dan di akhir cerita, ia datang dengan sejumlah bukti yang kuat untuk membongkar kasus di hadapan sang pelaku dan membuat mereka akhirnya mengakui kesalahannya.

Meski ada beberapa pelaku yang marah karena kejahatannya terungkap, namun dari hampir semua pelaku yang tertangkap justru mengagumi Columbo karena bisa menangkap dirinya. Seperti yang diungkapkan Nyonya Williams di “Ransom For a Dead Man”, saat Columbo menjebaknya dan akhirnya membuat dirinya tidak berkutik. Nyonya William justru memberikan perasaan hormatnya terhadap Columbo dan mengucapkan selamat atas kecerdasannya. Hal yang sama juga diucapkan Benedict dalam “Etude In Black.” Ia mengakui kesalahannya dan mengucapkan salam perpisahan sambil berjabat tangan dan berkata: “goodbye, genius!”.

Semua hal inilah yang akhirnya membuat Columbo disandingkan dengan detektif sekaliber Sherlock Holmes. Beberapa artikel di internet selalu memposisikan sebagai detektif terhebat setelah Sherlock Holmes. Oleh karena itu Columbo dianggap detektif ikon detektif serial televisi yang karakternya juga disukai banyak orang. Dan seperti diketahui, hanya ada beberapa detektif di dunia fiksi yang sempat dibuatkan patung. Termasuk Columbo yang juga diabadikan dalam bentuk patung perunggu yang terletak di taman kota Budapest, Hungaria.

Beberapa fakta tentang Columbo:

1. Columbo memiliki anjing peliharaan yang dipanggil “Dog”.

2. Columbo selalu mengendarai mobil tuanya ’59 Peugeot 403′ dengan nomor plat 044 APD.

3. Di salah satu episode, Columbo dapat hadiah pernikahan sebuah mantel huan baru untuk mengganti mantel lamanya yang sudah kucel. Tapi Columbo mengatakan ia tidak bisa berpikir dengan mantel barunya tersebut. Sehingga ia kembali memakai mantel hujan yang lama.

4. Columbo lahir di kota New York, tidak ajuh dari Pecinan. Ia tinggal bersama ayah, kakek dan empat saudara laki-laki dan seorang saudara perempuan.

5. Meski nama istrinya sering ia sebutkan dalam setiap serialnya, namun tidak ada episode yang menunjukkan seperti apa istrinya tersebut.

6. Sebelum menjadi aktor, Falk sempat melamar pekerjaan di CIA.

7. Anak perempuan Peter Falk yang bernama Catherine Falk berprofesi sebagai seorang detektif swasta dan pengacara.

Advertisements

5 thoughts on “Letnan Columbo, Ikon Detektif Serial Televisi.

  1. Damn, bagus sekali artikelnya..
    Saya dukung upaya admin untuk mengenalkan tokoh-tokoh detektif yg jarang diketahui oleh khalayak di Indonesia.

    Kalau boleh saya request, tolong direview juga beberapa episode Columbo yg paling memorable. Favorit saya sendiri “Columbo Goes to the Guillotine”. Hehe

    Lanjutkan bikin artikel kaya gini ya! ^^d

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s