Nero Wolfe, Memecahkan Kasus Tanpa Perlu Meninggalkan Rumah.

neee“Armchair detective” adalah istilah yang biasa disematkan untuk detektif bertubuh tambun ini. Sejatinya seorang detektif memang seharusnya aktif turun ke jalan untuk menyelidiki atau mencari informasi. Namun “armchair detective” ini adalah jenis detektif yang memecahkan kasus tanpa perlu keluar rumah. Apakah hal itu mungkin? Bagaimana ia bisa mengetahui data kasus kalau tidak turun langsung ke TKP? Dimana aksi dan petualangannya kalau tidak turun ke jalan? Melalui kisah detektif Nero Wolfe, semua pertanyaan di atas bisa dijelaskan secara gamblang.

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, tidak ada salahnya berkenalan dengan sang detektif. Nero Wolfe adalah tokoh detektif swasta yang diciptakan oleh seorang penulis Amerika bernama Rex Stout. Sosok ini pertama kali muncul pada tahun 1934 melalui novel perdananya “Fer de Lance.” Stout menulis 33 novel dan 39 cerita pendek dari detektif yang sering disebut dengan ‘big genius’ tersebut dalam kurun waktu antara 1934 sampai 1975. Sama halnya seperti Sherlock Holmes yang dinarasikan oleh sahabatnya Dr. Watson, kisah Nero Wolfe dinarasikan oleh asistennya yang bernama Archie Goodwin. Yang membedakan mungkin gaya penulisan Rex Stout yang “keras” menggabungkan struktur cerita Inggris dengan gaya penulisan hardboiled Amerika.

Sebenarnya Nero Wolfe bukanlah detektif pertama yang memulai istilah “armchair detective.” Sebelumnya C. Auguste Dupin yang ditulis Edgar Allan Poe juga membuktikan dia adalah “armchair detective” dalam cerita di “The Mystery of Marie Roget.” Dalam cerita tersebut, Dupin memecahkan kasus hanya dari rumahnya sambil membaca fakta-fakta yang ditulis oleh beberapa surat kabar koran tentang pembunuhan Marie Roget. Begitu pula dengan Mycroft Holmes, kakak dari Sherlock Holmes yang dianggap sebagai seorang jenius dalam memecahkan masalah hanya dari klub miliknya. Seperti yang Sherlock ungkapkan, kalau ada detektif yang bisa memecahkan kasus hanya dari kamarnya, mungkin kakaknya akan menjadi detektif terhebat di dunia. Sehingga ada dugaan dari para pembacanya bahwa ada kemungkinan Nero Wolfe terinspirasi dari Sherlock dan Mycroft Holmes atau dari Edgar Allan Poe.

Bahkan banyak pengamat dan penulis kisah misteri yang memberikan berbagai asumsi mengenai inspirasi dari tokoh Nero Wolfe. Termasuk dengan “The Great O-E Theory” yang diungkapkan Ellery Queen pada tahun 1957. Teori ini mengatakan bahwa “O – E” ada kemungkinan diambil dari P(o)(e) atau juga H(o)lm(e)s yang akhirnya menginspirasikan W(o)lf(e). Namun tidak ada keterangan resmi dari Rex Stout mengenai berbagai teori tersebut. Yang bisa dipastikan adalah sang penulis, Rex Stout adalah seorang “Sherlockian.”

Jadi bagaimana Nero Wolfe melakukan penyelidikan? Rex Stout menggambarkan tentang sistematika kerjanya. Dalam setiap novelnya, Nero Wolfe digambarkan sebagai “otak” yang bisa memecahkan kasus dengan sempurna. Sedangkan asistennya yang bernama Archie Goodwin, biasa digambarkan sebagai “kaki.” Hal ini berarti semua pekerjaan lapangan seperti menyelidiki, mencari informasi, menyidik di TKP dan sejenisnya adalah pekerjaan Archie Goodwin. Ia membawa semua data dan infromasi serta membuat catatan yang nantinya dilaporkan kepada Nero Wolfe. Setelah mendapatkan laporan dari Archie, barulah Nero Wolfe bisa menarik kesimpulan dan mempersiapkan strategi berikutnya.

Seperti yang ditunjukkan dalam cerita “Eeny Meeny Murder Moe.” Archie diperintahkan untuk mencari informasi mengenai seorang aktris terkenal yang berkaitan dengan seorang wanita yang terbunuh. Atau seperti di “The Doorbell Rang”, Archie ditugaskan oleh Wolfe untuk mencari inormasi mengenai kasus-kasus yang sedang ditangani FBI di kota New York, termasuk dengan informasi mengenai kasus terbunuhnya seorang jurnalis yang diduga dilakukan oleh beberapa agen FBI. Dari semua informasi yang ia peroleh kemudian dilaporkan dan dibahas bersama dengan Wolfe. Terkadang Nero Wolfe mengundang para tamu, baik itu tersangka, saksi, atau informan untuk diinterogasi langsung oleh Wolfe. Archie yang biasanya menjemput dan menyuruh mereka datang.

Meskipun begitu, ada beberapa hal yang membuat Nero Wolfe terpaksa harus meninggalkan rumahnya. Seperti pada kisah “Too Many Cooks”, “Some Buried Caesar”, “Too Many Detectives”, “Door To Death” dan “Immune to Murder.” Wolfe harus meninggalkan rumah karena diundang sang penyelenggara acara, baik untuk memasak ataupun berhubungan dengan hobi anggreknya. Ada juga beberapa kasus yang membuat ia harus ke TKP, seperti “Cop Killer” dan lain-lain.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Nero Wolfe adalah sosok besar bertubuh tambun. Mungkin hal inilah yang menjadi alasan ia malas untuk keluar rumah. Ia terlahir di Montenegro yang kemudian migrasi ke Amerika, tepatnya di kota New York. Nero Wolfe tinggal di kediamannya yang mewah, terletak di West 35th Street. Rumahnya sangat luas terdiri dari beberapa bagian dan ruangan besar. Mulai dari ruang kantor yang sangat luas, ruang tunggu para tamu, dapur mewah, ruang makan, ruang khusus tanaman anggrek, beberapa kamar tidur, serta ruang bawah tanah. Di rumah inilah, Wolfe banyak melakukan berbagai aktifitas. Hobinya juga cukup menarik. Ia dikenal memiliki selera yang tinggi terhadap makanan dan sebagai koki yang handal, pecinta bunga anggrek, penggemar warna kuning, hobi membaca buku dan menyukai bir yang mahal. Namun ada beberapa hal yang ia benci, seperti membicarakan pekerjaan saat sarapan, bersentuhan seperti berjabat tangan atau berpelukan, noda di pakaian, serta membenci musik, olahraga, dan wanita.

Ia juga memiliki beberapa jadwal dan peraturan yang harus diterapkan di dalam rumahnya. Setelah sarapan, biasanya Wolfe menghabiskan waktu dengan koleksi anggreknya di ruangan khusus mulai dari pukul 9 a.m. sampa 11 a.m. Makan siang biasanya dimulai pada pukul 1:15 p.m. Pukul 4 p.m. sampai 6 p.m ia kembali lagi ke ruang tanamannya tersebut. Makan malam biasanya disediakan pada pukul 7:15 or 7:30 p.m. (Kadang-kadang makan siang pukul 1 p.m dan makan malam pukul 8 p.m). Berarti waktu yang tersisa, seperti antara pukul 11 a.m. sampai 1 p.m., 2 p.m. sampai 4 p.m., dan setelah makan malam adalah waktu bebasnya untuk membicarakan pekerjaan dan melakukan bisnis. Bila tidak klien, maka waktu senggangnya dipergunakan untuk membaca buku.

Nero Wolfe dikenal dengan kecerdasannya dan kejeniusannya dalam memecahkan kasus. Ia bisa menemukan sesuatu yang janggal, seperti dari percakapan seseorang atau laporan yang diberikan oleh Archie. Contohnya yang ditunjukkan dalam “Disguise For Murder”, “Cop Killer”, dan “Next Witness”. Terkadang ia juga bisa membaca bahasa tubuh seseorang yang berbohong seperti yang ditunjukkan dalam “Eeny Meeny Murder Moe” dan “Immune To Murder.” Selain cerdas dalam memecahkan kasus, Nero Wolfe juga ahli dalam menyusun strategi. Ia bisa mempersiapkan skenario untuk menjebak pelaku, bahkan menjebak organisasi besar. Seperti yang ia lakukan dalam ‘The Doorbell Rang” saat ia menjebak dan mengelabui dua agen FBI dengan menyewa dua orang aktor untuk menyamar sebagai dirinya dan Archie. Ia berhasil mengecoh para agen FBI yang telah membuntuti dan menyadap kediamannya.

Pembaca tidak hanya kagum dengan kemampuan Nero Wole, tapi juga kepada Archie Goodwin, sang narator. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Archie Goodwin bagaikan Dr. Watson untuk Nero Wolfe. Bedanya, bila Dr. Watson berprofesi sebagai ahli medis, maka Archie Goodwin berprofesi sebagai detektif swasta seperti halnya Nero Wolfe. Selain itu, hubungan Archie Goodwin dan Nero Wolfe adalah hubungan antara karyawan dan bosnya. Archie Goodwin digaji untuk menjadi asisten sang detektif dan diperbolehkan tinggal di rumahnya tanpa perlu membayar sewa dan uang makan.

Archie Goodwin bisa dianggap sebagai kebalikan dari Nero Wolfe. Apa yang tidak ada di Wolfe maka hal itu bisa ditemui di Archie, begitu pula sebaliknya. Archie dikenal sebagai detektif jalanan yang cerdas, tangguh, tampan, atletis, dan disukai para wanita. Ia juga ahli dalam bela diri dan mahir menggunakan pistol. Ia memiliki cara melakukan pendekatan secara persuasif dan bisa membujuk seseorang mengikuti kemauannya, termasuk membujuk para tersangka untuk datang ke kediaman Nero Wolfe. Ia terkadang sering beradu argumentasi dengan Nero Wolfe bila ada sesuatu yang dianggap salah, namun ia tidak pernah berkhianat kepada bosnya. Cara narasi Archie memang sangatlah vulgar dan apa adanya, namun hal itulah yang membuat gaya bahasanya disukai. Wajarlah bila Archie Goodwin dianggap sebagai asisten detektif terbaik setelah Dr. Watson, mengalahkan Kapten Hastings-nya Hercule Poirot.

Tokoh lain yang sering muncul di cerita Nero Wolfe adalah Inspektur Cramer dan Sersan Stebbins. Berbeda dengan para polisi dalam cerita detektif Inggris yang selalu bekerjasama dan berkonsultasi dengan detektif swasta seperti dengan Dupin, Holmes, dan Poirot, kedua polisi New York tersebut justru tidak akur dengan Nero Wolfe dan Archie Goodwin. Inspektur Cramer selalu berseteru dan bersaing dengan Nero Wolfe dalam memecahkan kasus. Ia juga berharap bisa menangkap Wolfe dan menutup bisnis detektifnya. Cramer kesal karena nama Wolfe dan Archie selalu masuk koran saat memecahkan kasus. Tapi ada beberapa cerita dimana Cramer justru memberikan informasi untuk membantu penyelidikan Wolfe, khususnya bila orang yang diselidiki sang detektif adalah orang yang dibenci kepolisian. Begitu pula dengan Wolfe yang kadang membiarkan polisi yang menerima pujian padahal dialah yang sebenarnya berhasil memecahkan sebuah kasus. Archie menggambarkan hubungan Inspektur Cramer dan Nero Wolfe seperti “benci tapi rindu.”

“They were both too stubborn. I restrained an impulse to knock their heads together,” – Archie Goodwin (Disguise For Murder).

Kisah-kisah Nero Wolfe telah banyak diangkat ke dalam bentuk teater, film, serial televisi, serta ditulis oleh penulis lainnya (pastiche) dengan latar belakang yang berbeda. Nama-nama aktor seperti Edward Arnold, Walter Connolly, Robert Eckles, Kurt Kasznar, Thayer David, William Conrad, sempat menunjukkan aktingnya yang cemerlang sebagai Nero Wolfe. Salah satu serial televisi terbarunya “A Nero Wolfe Mystery” dibuat di awal 2000 dengan Maury Chaykin sebagai Nero Wolfe dan Timothy Hutton sebagai Archie Goodwin.

Di tahun 2000, kisah-kisah Nero Wolfe mendapat nominasi sebagai “Best Mystery Series of the Century” dalam sebuah konvensi pencintan misteri terbesar di dunia yang diselenggarakan di Bouchercon pada tahun 2000. Dalam konvensi tersebut, sang penulis Rex Stout juga mendapatkan nominasi sebagai “Best Mystery Writer of the Century.” Tidak hanya itu, nama Nero Wolfe diabadikan sebagai nama penghargaan, “Nero Wolfe Award” yang ditujukan kepada para penulis berbakat era modern.

Beberapa quote Nero Wolfe:

“To assert dignity is to lose it.”

“All genius is distorted. Including my own.”

“To be broke is not a disgrace, it is only a catastrophe.”

“If you eat the apple before it’s ripe, your only reward is a bellyache.”

“I love to make a mistake, it is the only assurance that I cannot reasonably be
expected to assume the burden of omniscience.”

“I have all the simplicities, including that of brusqueness.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s