Review Mini Seri “And Then There Were None”

And thenSalah satu kisah adaptasi novel misteri terbaik karya Agatha Christie telah menjadi perbincangan di akhir tahun 2015 ini. Penayangan “And Then There Were None” di saluran BBC One pada 26, 27, dan 28 Desember tersebut disambut positif dari para penggemarnya di seluruh dunia. Melalui mini serinya, para pemirsanya bisa menyaksikan bagaimana plot jenius tersebut dihidupkan melalui layar kaca.

Seperti yang dituturkan dalam sipnosisnya, sepuluh orang yang tidak saling mengenal satu sama lain diundang oleh seseorang bernama U.N Owen ke salah satu pulau terpencil yang dikenal dengan sebutan “Soldier Island.” Mereka adalah Vera Elizabeth Claythorne, Philip Lombard, William Henry Blore, Dr Edward George Armstrong, Lawrence John Wargrave, Emily Caroline Brent, General John Gordon Macarthur, Anthony James Marston, Thomas Rogers, dan Mrs Ethel Rogers. Satu per satu dari mereka mengalami kematiannya secara beruntun sesuai dengan ‘nursery rhyme’ yang dikenal dengan “Ten Little Niggers” (dalam serial ini diganti dengan “Ten Little Soldier”)

 

Ten little soldiers went out to dine;
One choked his little self and then there were nine.

Nine little soldiers sat up very late;
One overslept himself and then there were eight.

Eight little soldiers travelling in Devon;
One said he’d stay there and then there were seven.

Seven little soldiers chopping up sticks;
One chopped himself in halves and then there were six.

Six little soldiers playing with a hive;
A bumblebee stung one and then there were five.

Five little soldiers going in for law;
One got in Chancery and then there were four.

Four little soldiers going out to sea;
A red herring swallowed one and then there were three.

Three little soldiers walking in the zoo;
A big bear hugged one and then there were two.

Two little soldiers sitting in the sun;
One got frizzled up and then there was one.

One little soldiers left all alone;
He went out and hanged himself and then there were none.

Episode pertama (26 Desember 2015) menceritakan awal mula mereka dikumpulkan dalam pulau itu melalui surat yang mereka terima masing-masing. Awalnya semuanya terlihat berjalan lancar. Namun rising action-nya terjadi saat makan malam. Sebuah rekaman gramophone berbunyi yang menyebut kesepuluh nama orang tersebut beserta kejahatan yang pernah mereka lakukan. Dan hasilnya, dua orang terbunuh di episode pertama, Anthony James Marston yang tersedak karena racun (One choked his little self..) dan Mrs Ethel Rogers yang mati dalam tidur (One overslept himself …).

Episode kedua (27 Desember 2015) menceritakan situasi pasca terbunuhnya di episode sebelumnya. Ketegangan pun terjadi. Vera mulai menyadari kecocokan dari dua kematian sebelumnya dengan puisi dan menghilangnya 2 dari 10 patung porselen yang terletak di meja makan. Tak lama korban-korban bermunculan. Kali ini, tiga orang pun tewas secara tragis; General John Gordon Macarthur tewas setelah berkata kepada Vera ingin menyendiri di atas bukit (One said he’d stay there). Setelahnya Thomas Rogers, sang pelayan ditemukan tewas dengan kapak di tubuhnya (One chopped himself in halves..), serta Emily Caroline Brent yang tewas tertancap paku di lehernya (A bumblebee stung one..). Dan saling curiga pun terjadi di antara mereka.

Episode ketiga (28 Desember 2015) menjadi puncak dari segalanya. Kecurigaan semakin menjadi dan akhirnya mengakibatkan kematian satu per satu dari lima orang yang tersisa. Seusai dengan urutannya di novel, hakim Lawrence John Wargrave tewas tertembak lengkap dengan pakaian hakimnya (One got in Chancery…). Pasca kematian sang hakim, keempat orang tersisa merasa kematian akan menghampiri mereka, sehingga keempatnya malah berpesta sampai teler. Dan hasilnya, Dr Edward George Armstrong pergi keluar villa ke arah pantai dan secara misterius menghilang (A red herring swallowed one…). Awalnya Vera curiga dengan menghilangnya mayat Dr. Armstrong tersebut. Ia sempat berpikir bahwa Dr. Armstrong lah sang pembunuhnya. Saat Vera dan Philip mencoba mencarinya, William Henry Blore tertinggal di dalam villa. Saat keduanya kembali untuk mencarinya, mereka malah menemukan Blore tewas dengan belati tetancap di dada dan boneka beruang yang sedang memeluk kakinya (A big bear hugged one..). Keduanya pun kembali ke pantai dan secara sengaja menemukan mayat Dr. Armstrong di salah satu karang. Puncaknya adalah kecurigaan Vera terhadap Philip dan berusaha merebut pistolnya. Di tengah pergumulan, Vera pun menembak Philip sehingga tewas (One got frizzled up..). Falling actionnya adalah disaat kegamangan dan halusinasi yang dialami Vera akan kejahatan di masa lalunya terus menghantui. Ia kembali ke villa dan menuju kamarnya. Dan yang ia temui di kamar adalah sebuah kursi di tengah ruangan dengan tali gantungan di atasnya. Vera merasa siap untuk mengakhiri hidupnya karena merasa putus asa (He went out and hanged himself ..). Dan saat tali sudah terikat lehernya, sang pembunuh aslinya pun masuk ke dalam kamar Vera.

Yang bisa saya nilai dari mini seri ini adalah pemilihan casting yang baik, sinematografi yang apik dan tambahan adegan-adegan dari masa lalu dari kesepuluh orang tersebut. Para pembuat serial ini benar-benar jeli untuk memberikan suguhan cerita yang menarik. Semua fokus cerita mungkin bisa dibilang ada di Vera. Ia mendapat porsi paling banyak dalam adegan kilas balik di saat ia melakukan “dosanya.” Bahkan bayangan para korban dari dosa kesepuluh orang tersebut ditampakkan seolah mereka adalah hantu dari masa lalu. Adegan ending saat sang pembunuh masuk ke dalam ruangan di akhir cerita juga patut diacungi jempol. (Buat yang belum baca novelnya mungkin akan terkesima dengan adegan ini).

Tentunya bila dibandingkan dengan novelnya, ada beberapa perubahan sedikit di sana-sini. Tidak ada botol yang ditemukan oleh dua polisi seperti yang dituliskan di epilog novel. Namun hal itu tidak menganggu jalan cerita. Yang mungkin cukup menganggu adalah adanya adegan intim di serial ini. Entah ini dengan tujuan untuk “jualan” atau lainnya. Selain itu, adengan akhir antara Vera dalam Philip saat di pantai terlihat agak sedikit dipaksakan.

Secara keseluruhan, saya akan memberikan 4.5 dari 5 bintang untuk mini seri ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s