Trailer Pertama Rowan Atkinson Sebagai Detektif Maigret

MAigret

“If I can understand the killer, I can find him” – Rowan Atkinson as Jules Maigret.

Lupakan peran kocaknya sebagai Mr. Bean atau Johnny English. Kali ini, Rowan Atkinson akan tampil serius sebagai detektif polisi penyabar asal Perancis, Jules Maigret. Detektif klasik karya George Simenon ini pertama kali muncul di era Golden Age, tepatnya pada tahun 1931 dan sudah berulang kali diangkat ke dalam serial televisi. Di awal 2016 ini, Rowan Atkinson mengambil alih peran Maigret yang sebelumnya pernah diperankan oleh Michael Gambon pada 1988 lalu tersebut. Dan sebagai pemanasan, pihak ITV pun meluncurkan trailer perdananya.

Film televisi ini rencananya akan mengangkat dua kisah “Maigret Sets a Trap” (Maigret tend un piege) dan “Maigret’s Dead Man” (Maigret et son mort) untuk season pertamanya. “Maigret Sets Trap” sendiri mengisahkan bagaimana Maigret, seorang detektiff polisi Perancis ini dihadapkan dengan kasus pembunuhan berantai terhadap beberapa wanita. Untuk menangkapnya, Maigret pun mencoba berpikir seolah-olah ia adalah pelakunya dan kemudian memasang jebakan untuknya. Episode pertama akan ditayangkan pada Paskah atau 25 Maret mendatang.

Jules Amedée François Maigret merupakan salah satu komandan dari Kepolisian Perancis, atau biasa disebut sebagai komandan dari Paris “Brigade Criminelle” (Direction Régionale de Police Judiciaire de Paris). Kabarnya, karakter ini terinspirasi dari tokoh nyata Marcel Guillaume, seorang detektif polisi asal Perancis. Bahkan Marcel Guillaume sendiri merupakan teman akrab dari sang penulis. Maigret tampil dalam beberapa novel pendek (tidak ada novel panjang yang ditulis Simenon) dan cerita pendek di rentang waktu antara 1931 sampai 1975. Mulai dari novel perdananya “Pietr-le-Letton” (Pietr the Latvian) dan ditutup dengan kisah “Maigret et Monsieur Charles” (Maigret and Monsieur Charles). Karakternya terlihat seperti orang ngantuk, suka menghisap pipa, dan memiliki kesabaran yang luar biasa. Semua kasus yang ditangani berakhir dengan memilukan yang membuat kadang Maigret iba dengan sang pelaku. Patung Maigret berdiri tegak di kota Delfzijl, Belanda.

Di Indonesia, novelnya pernah diterbitkan oleh Pusat Kebudayaan Perancis yang bekerjasama dengan salah satu percetakan asal Bandung. Salah satunya adalah “The Carter of La Providence” (Le Charretier de la Providence).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s