Philip Marlowe, Tokoh Private Eye Fiksi Paling Kondang

 

ghjDalam kisah-kisah kriminal bernuansa mafia dan kekerasan tersebut bermunculan beberapa tokoh detektif swasta, yang juga disebut penyelidik swasta, atau private investigator. Private Investigator kadang disingkat menjadi “PI” dan “Private Eye” (“eye” menerangkan huruf “I” yang di dalam penyebutannya terdengar seperti “eye”). Genre ini semakin dikenal dan mendapat nuansa baru setelah Raymond Chandler menciptakan detektifnya bernama Philip Marlowe pada akhir 1930. Chandler membawa Philip Marlowe, tokoh detektifnya memiliki nuansa yang lebih intim dibandingkan dengan gaya “laporan” seperti yang ditulis oleh Hammet di cerita Continental OP. Cara Philip Marlowe berdialog di novelnya terdengar berirama dengan narasi yang indah dan terkesan musikal.

Mungkin di Indonesia masih banyak penganut cozy mysteri, sehingga novel hardboiled private eye kayak Philip Marlowe jarang mau diangkat. Padahal kisahnya juga tak kalah menarik dari detektif swasta ala Inggris yang anggun dan elegan. Mungkin karena bahasa yang eksplisit, banyak sumpah serapah, dan tema dewasa yang membuat kisah Philip Marlowe tidak disejajarkan dengan detektif swasta.

Philip Marlowe adalah tokoh yang mengharumkan nama Private Eye dan genre Hardboiled yang awalnya muncul dari majalah Pulp local Amerika. Ia tampil dalam cerpen berjudul “The Finger” dan diperkenalkan dalam novel “The Big Sleep” pada 1939. Ia menjadi tokoh yang fenomenal dan mengangkat  kisah private eye melanjutkan apa yang sudah dimulai oleh tokoh pendahulunya Sam Spade karya Dashiel Hammet.

Mungkin kalau baca novel Philip Marlowe, pembacanya akan dibawa ke era 40-an yang penuh dengan mafia dan gangster dengan lataran alunan saksofon jazz serta ciri khas hardboiled lainnya.

Dalam kisahnya, Philip Marlowe digambarkan sebagai detektif yang selalu bekerja sendirian, mereka terkesan mesterius dan tipikal tough guy. Umurnya antara 35 sampai 45 tahun. Makanan diet kegemarannya adalah telur goreng, kopi hitam, dan rokok.

Mungkin Philip Marlowe bisa dianggap private investigator paling ‘kere’. Makanya dia sering mengambil kasus dengan bayaran tidak seberapa. Philip Marlowe kerja sendiri tanpa partner. Ia pun tidak mampu menggaji seorang sekertaris itu membantunya. Tapi meski cuma satu orang, klien banyak yang mempercayainya. Bahkan terkadang disewa menjadi bodyguard. Senjata Philip Marlowe bukanlah deduksi layaknya Sherlock Holmes, tapi lebih ke strategi dan taktik. Ia kadang selalu bertentangan dengan departemen kepolisian. Ia terlihat ambisius dalam rangka menyelamatkan Amerika dan melenyapkan semua elemen kejahatan seorang diri. Hal itu seperti yang ia ucapkan di salah satu novelnya “The Big Sleep.”

“Tolong ceritakan tentang diri anda, Mr. Marlowe. Saya rasa saya punya bertanya khan?”

“Ya, tapi hanya sedikit yang bisa kukatakan. Saya berumur 33 tahun, pernah kuliah sekali dan masih bisa berbahasa Inggris bila ada yang butuh. Aku pernah bekerja sebagai investigator untuk Jaksa Penuntut Umum, Mr Wilde, the District Attorney. Saya tidak menikah karena aku tidak suka dengan wanita tipikal istri polisi. Dan saya juga termasuk orang yang sinis.

“Kau tidak suka bekerja denganWilde?”

“Aku dipecat. Karena tidak mau bekerja sama. Aku adalah orang yang tidak mudah diajak kerja sama, Jenderal.”

Ia sering mendatangi klub malam yang suram dengan nuansa musik jazz. Mungkin ia adalah peminum berat, tapi selalu waspada dengan sekitarnya dan mampu melawan balik bila ada yang menyerang mereka tiba-tiba. Ia selalu membawa pistol dan kadang menembak para kriminal bila itu diperlukan

Kasus yang ia tangani kadang terlihat mudah, seperti membuntuti perselingkuhan, namun bisa berubah menjadi kasus yang membingungkan. Ia terlibat dengan kehidupan jalanan dan gang-gang yang suram. Ia sering terlibat dengan wanita muda yang kaya dan organisasi criminal di lingkup Los Angeles.

Philip Marlowe juga mempunyai hobi yang unik. Ia sangat ahli dalam permainan catur dan suka dengan puisi. Tak heran membaca kisahnya yang cenderung first person POV terasa indah.

Karakter ini berulang kali diangkat ke layar lebar, teater, drama radio dan layar televise. Salah satu yang paling fenomenal adalah Humprey Bogart dan Robert Mitchum yang memerankan Philip Marlowe pada adaptasi novel “Farewell, My Lovely” pada tahun 1972. Namun dari semua aktor yang pernah meranin Philip Marlowe, mungkin Power Boothe yang paling melekat. Ia tampil dalam serial TV “Philip Marlowe, Private Eye” pada tahun 1983 dan 1984. Salah satu kisah favorit adalah “Red Winds” dan “Trouble Is My Business.”

Berikut beberapa kisah dari Philip Marlowe

Cerpen

  • “Finger Man” (1934), (short story)
  • “Goldfish” (1936), (short story)
  • “Red Wind” (1938), (short story)
  • “Trouble Is My Business” (1939) (short story)
  • “The Pencil” (AKA “Marlowe Takes On the Syndicate”, “Wrong Pigeon”, and “Philip Marlowe’s Last Case”) (1959), (short story):

Novel

  • The Big Sleep (1939)
  • Farewell, My Lovely (1940)
  • The High Window (1942)
  • The Lady in the Lake (1943)
  • The Little Sister (1949)
  • The Simple Art of Murder (1950) (short story collection)
  • The Long Goodbye (1953)
  • Playback (1958)
  • Poodle Springs (diselesaikan oleh Robert B. Parker, 1989)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s