Keseruan Workshop Menulis Cerita Detektif

 

1a11

Komunita ID dan Sebangsa kembali menggelar acara rutin mingguan mereka yang bertajuk “Jumat Hangat” atau juga yang sering disebut “Bincang Hangat.” Setelah menggelar workshop fotografi mainan beberapa waktu lalu, kali ini media lintas komunitas tersebut menggelar sebuah workshop yang menggugah kreatifitas para pesertanya dalam bidang tulis menulis. Uniknya, tema yang dipilih adalah cerita detektif. Untuk itu narasumber yang diundang kali ini adalah Forum Lingkar Pena dan Detectives ID.

Acara yang dimulai dari pukul 14.30 tersebut dibatasi peserta kurang lebih 20 orang mengingat keterbatasan tempat. Namun suasana ini menjadi semakin akrab ketika para pembicara membagi ilmunya. Salah satunya adalah Sri Widyastuti, salah satu perwakilan dari Forum Lingkar Pena. Ibu dari lima orang anak ini menjabat sebagai Humas dari komunitas penulis yang didirikan 20 tahun silam tersebut. Penulis yang sering mendapatkan penghargaan untuk penulisan buku anak-anak tersebut membagikan tips untuk menulis bagi pemula.

5“Menulis itu sebagai obat, untuk penyembuhan. Semua penulis harus tahu apa tujuaannya ketika ingin menulis. Apa ingin dapat royalt, atau ingin tenar, atau macam-macam. Pastikan kita tahu apa tujuann kita untuk menulis,” tutur wanita yang juga menggarap cerita detektif anak “Misteri Chiroptera Penculik” tersebut.

Sesi berikutnya diisi oleh M. Fadli perwakilan dari Detectives ID yang membagikan sejarah singkat mengenai kisah genre detektif/misteri/kriminal, beberapa subgenre dan struktur tulisan, serta ”rules’ dari penulisan cerita detektif. Disini Fadli menjelaskan tentang penulisan karakter serta kuat akan membantu cerita detektif lebih mudah dicerna. Berbeda dengan materi dari Forum Lingkar Pena yang menjelaskan cerita detektif untuk anak, Fadli menjelaskan cerita detektif untuk young adult dan dewasa.

“Cerita detektif harus mudah dipahami, fairplay, logis, penuh riset, punya pilihan struktur yang jelas, serta memiliki karakater tokoh detektif yang memorable dan disukai oleh pembacanya,” ujar Fadli yang saat ini tengah mempersiapkan proyek antologi bersama rekan penulis di Detectives ID.

1cSetelah sesi pertanyaan digelar, pihak Komunita ID menggiring para peserta untuk menulis cerita detektif karya aslinya. Karena waktu yang diberikan cukup singkat, beberapa peserta menulis sipnosis utuh cerita detektif yang mereka buat. Berdasarkan hasil penilaian para juri, dua pemenang seperti Putri dan RIri berhasil memenangkan workshop penulisan detektif dengan cerita yang dianggap paling menarik. Putri dengan ceritanya berjudul “Reveal a Secret” dan Riri dengan cerita “Pencarian si Bisu” dianggap memenuhi kaidah-kaidah cerita detektif meskipun hanya menuliskan sipnosisi utuhnya saja.

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat, baik itu para pembicara maupun para peserta yang hadir. Melalui acara ini diharapkan akan banyak muncul penulis cerita detektif di masa depan mengikuti jejak para penulis cerita detektif Indonesia era terdahulu seperti Arswendo A dan S Mara GD. Selain itu, diharapkan kedepannya jumlah peminat genre detektif dan misteri akan tumbuh semakin banyak dan bisa menciptakan kisah-kisah terbaiknya yang bisa menyamai novel-novel detektif mancanegara.

1

Advertisements

3 thoughts on “Keseruan Workshop Menulis Cerita Detektif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s