Antologi Detectives ID, Wadah Sederhana Memperbanyak Khazanah Fiksi Detektif Indonesia

img1496394346974Antologi merupakan kumpulan cerita, biasanya berupa kumpulan cerita dari satu penulis atau kumpulan cerita dari berbagai penulis yang mengisahkan cerita dengan tema besar yang sama. Antologi detektif sendiri tentunya memuat cerita-cerita dari genre misteri atau fiksi detektif. Salah satu antologi cerita detektif yang menarik antara lain adalah The Mammoth Book of Locked Room Mysteries and Impossible Crimes, yang disusun oleh Mike Ashley. Dalam buku ini, Mike Ashley memilih sepuluh cerita yang mengisahkan tentang misteri ruang tertutup.

Siapa itu Mike Ashley. Michael Raymond Donald Ashley (lahir 1948) adalah seorang ahli bibliografi Inggris, penulis dan editor fiksi ilmiah, misteri, dan fantasi. Dia mengedit rangkaian antologi cerita pendek seri Mammoth Book yang telah lama berjalan, masing-masing disusun di seputar tema tertentu dalam misteri, fantasi, atau fiksi ilmiah. Beberapa judul seri Mammoth Book yang bertemakan misteri adalah, The Mammoth Book of Historical Whodunnits (1993), The Mammoth Book of Locked Room Mysteries and Impossible Crimes (2000), The Mammoth Encyclopedia of Modern Crime Fiction (2002), dan lain sebagainya.

Sebenarnya selain Mike Ashley ada juga antologi yang mengisahkan cerita detektif dari berbagai pelosok dunia, yaitu dalam Passport to Crime: Finest Mystery Stories from International Crime Writers (2007) yang disusun oleh Jannet Hutchings. Dari berbagai judul antologi di atas, terlihat keberagaman fiksi detektif dan subgenrenya dan dapat terlihat juga bahwa fiksi detektif terus digemari di seluruh pelosok dunia dari masa ke masa.

Tak heran jika fiksi detektif pun bisa ditemukan di Indonesia. Dari mulai S. Mara GD dengan Kosasih dan Gozali, V Lestarie dengan novel-novel misterinya, sampai Arswendo Atmowiloto dengan serial Imung. Tapi ternyata selain penulis senior di atas, sepengamatan penulis, semenjak tahun 2012 lalu, mulai bermunculan penulis muda yang mengangkat tema detektif. Dari beberapa karya yang terbit tersebut kebanyakan dalam bentuk novel, namun pada tahun 2013 terbit satu antologi dari NDI yaitu Project X.
Project X merupakan karya yang cukup unik yang dihasilkan oleh komunitas Net Detective Indonesia, sebuah forum yang mempunyai ciri khas permainan teka-teki detektif. Melihat latar belakang penulis yang menggemari teka-teki detektif, sandi, dan semacamnya, tak heran jika hal tersebut dapat dilihat dari konten cerita yang disajikan dalam Project X ini. Ceritanya beragam dari kisah ala Sherlock Holmes, misteri ruang tertutup, dan pemecahan kode atau sandi. Satu hal yang membuat Project X ini berbeda adalah semua cerita yang disajikan saling memiliki keterkaitan hingga tiba pada cerita terakhir yang menjelaskan kesinambungan antar cerita tersebut.

Kita beralih sebentar dari komunitas NDI ke komunitas Detectives ID. Komunitas yang didirikan sejak tahun 2014 dengan fokus utama untuk belajar dan sharing tentang genre fiksi detektif, tokoh karakter, serta perkembangannya di dunia literatur. Melihat perkembangan fiksi detektif yang mulai digemari lagi dan juga berniat untuk mengenalkan genre fiksi detektif pada pembaca di Indonesia, Detectives ID memulai sebuah proyek yaitu membuat sebuah antologi cerita detektif. Dikumpulkanlah beberapa penulis muda yang cukup concern mengenai fiksi detektif untuk turut ikut serta dalam proyek ini. Setelah mengumpulkan penulis yang berminat, melewati proses penulisan, revisi, dan editing, akhirnya terkumpullah sembilan cerpen detektif yang dikemas dalam buku Kumpulan Cerita Detektif.
Berbeda dengan Project X dari NDI, antologi Detectives ID ini berisikan cerita yang berdiri masing-masing, tidak berkaitan satu sama lain. Antologi ini lebih berfokus kepada pengenalan fiksi detektif dengan menyajikan kisah-kisah yang beragam dari sub-genre fiksi detektif. Jika dibandingkan dengan antologi yang disusun oleh Mike Ashley, maka tema besar dari antologi Detectives ID ini adalah fiksi detektif secara umum dengan sajian cerita berupa kisah-kisah yang mewakili sub-genrenya. Ada lima sub genre yang ditampilkan, Historical Mystery, Classic Whodunit, Cozy Mystery, Inverted Story, dan Locked Room Mystery.

Sub genre Historical Mystery, dikemas dalam cerita “Sapu Tangan Van Leeuwen” yang bersetingkan pada masa penjajahan Belanda di tahun 1929 dan diceritakan dalam gaya cerita ala Sherlock Holmes.

Classic Whodunit, cerita yang menitikberatkan pada pertanyaan ‘siapa pelakunya’, tersajikan dalam cerita “Pesta Petaka” dan “Racun di Restoran Anggrek”. “Pesta Petaka” menyajikan misteri pembunuhan dalam sebuah jamuan pesta dengan banyak tersangka, sedangkan “Racun di Restoran Anggrek” menyajikan misteri percobaan pembunuhan yang melibatkan sekumpulan orang yang makan bersama di satu meja.

Cozy Mystery, di mana misteri yang disajikan bersifat domestik, dikemas dalam cerita “Aroma Wangi Kematian” dan “Commuter Line 10.45”. “Aroma Wangi Kematian” dengan penelusuran kasus pembunuhan oleh seorang penulis misteri. “Commuter Line 10.45” menceritakan misteri kematian seorang nenek yang meninggal di dalam kereta dan diceritakan dengan gaya cerita a la novel-novel Agatha Christie.

Inverted Story, di mana misterinya fokus pada pertanyaan ‘bagaimana cara menangkap pelaku’ di samping ‘siapa pelakunya’, disajikan dalam “Saksi Cadangan”. “Saksi Cadangan” menceritakan pembunuhan seorang Kakek tua dengan tersangka WNA.

Locked-room Mystery, yaitu misteri ruang tertutup atau hal-hal yang secara logika tidak mungkin terjadi, yang dikemas dalam tiga cerita berbeda. “Warisan Terkutuk” yang menceritakan seorang anak yang nampaknya dapat berjalan menembus tembok. “Manusia Ruko” yang menceritakan kematian seorang pemilik ruko di dalam rukonya yang terkunci rapat dari dalam. Dan “Misteri Hantu Pohon Beringin” dengan misteri penampakan hantu yang disaksikan oleh orang-orang yang mendekati pohon tersebut.

Harapan dari Detectives ID sendiri, dengan diterbitkannya buku Antologi Detectives ID – Kumpulan Cerita Detektif ini adalah agar fiksi detektif kembali mewarnai dunia perfiksian atau literasi di Indonesia. Diharapkan juga agar pembaca dapat mengetahui lebih dalam bahwa mengenai fiksi detektif dari berbagai cerita yang disajikan dalam buku ini.

Irfan Nurhadi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s