Pertanggungjawaban Tim Panelis Scarlet Pen Awards 2021

Scarlet Pen Awards 2021 – Detectives ID

Latar Belakang

Genre fiksi kriminal di Indonesia, merupakan genre yang masih minoritas. Dibandingkan dengan sastra populer lainnya, genre fiksi kriminal belum begitu banyak dikenal oleh para pembaca. Scarlet Pen Awards dibentuk dalam rangka mengapresiasi karya-karya fiksi kriminal yang lahir di Indonesia. Seperti halnya di luar, di mana fiksi kriminal memiliki komunitas dan juga ajang penghargaan yang pada akhirnya dapat melahirkan penulis-penulis fiksi kriminal yang lebih segar.

Memang acara ini terdengar gila dan nekat, mengingat genre minoritas ini terkadang dianggap oleh sebagian pembaca kualitasnya belum mumpuni seperti karya luar. Namun, untuk mewarnai fiksi kriminal yang tidak melulu bernapas luar negeri (seperti Sherlock yang dikenal dalam genre detektif atau genre thriller luar negeri yang menjamur di Indonesia), ajang ini dibuat. Acara ini dibuat karena ternyata banyak penulis Indonesia yang melahirkan fiksi kriminal bernuansa lokal.

Daftar Penilaian

Dimulai pada tahun 2020, penghargaan ini baru berlangsung dua kali. Saat awal memulai SPA, para pembaca mulai mengenali karya-karya fiksi kriminal lokal. Sejak saat itu, Detectives ID bahkan menerima beberapa pertanyaan terkait karya fiksi kriminal lokal. Banyak yang bertanya dan ingin tahu buku apa lagi yang terbit dan bergenre serupa. Namun, sejak pandemi mulai merebak di Indonesia, ada banyak buku bergenre fiksi kriminal yang gagal terbit.

Jadi, bila dibandingkan dengan terbitan tahun 2019 yang menjadi dasar penilaian SPA 2020, karya fiksi kriminal pada tahun penghargaan berjalan terbilang sedikit. Jumlah karya fiksi kriminal yang terbit pada periode 2019 – 2020 awal adalah 57 buku. Sementara itu, pada 2020 – 2021 awal sejumlah 31 buku. Berkurangnya jumlah tersebut, menyebabkan tim panelis harus mengubah mekanisme penilaian, jauh berbeda dengan SPA 2020.

Bagaimana cara tim mencari dan memilah fiksi kriminal yang ada? Metodenya tentu tak jauh berbeda seperti melacak kriminal, yaitu:

  1. Lacak dan investigasi.
  2. Melakukan “autopsi”.
  3. Memilah buku-buku ke “kantong” kategori.

Dari langkah tersebut, tim panelis SPA 2021 mendapatkan beberapa buku yang terbagi menjadi kategori berikut:

  • Inductive section, berisi buku-buku dengan tema khusus atau sub-genre, yaitu: Best Romance Crime, Best Thriller, Best Mystery.
  • Deductive section, berisi buku-buku secara umum, yaitu: Best Novel, Best Light Novel, Best Short Story.
  • Special section, berisi nominasi spesial, yaitu: Best Cover, Best Children Book, Author of the Year.

Proses Seleksi

Setelah memilah buku berdasarkan masing-masing kategori, tim panelis melakukan penilaian terbuka yang melibatkan pembaca. Longlist atau daftar panjang dalam kategori, dipilih melalui formulir pemungutan suara yang disebarkan secara luas. Baik pembaca, booktuber, bookstagram, sampai penikmat genre detektif, membantu dalam menilai sehingga tim panelis akhirnya mendapatkan lima nominator dalam daftar pendek (shortlist).

Pada tahap daftar pendek, lima nominator tadi kemudian dinilai kembali dengan metode penilaian karya menggunakan daftar kategori penilaian sastra yang mencakup, plot, misteri yang disajikan, tokoh, diksi, amanat, dan lain sebagainya. Daftar penilaian ini dibagikan kepada beberapa volunteer, di samping tim panelis. Setelah mengumpulkan semua penilaian, rata-rata nilai dilakukan dengan cara membagi total nilai dengan jumlah penilai. Hasil akhir pun didapatkan. Hasil akhir inilah yang menjadi tolok ukur pemenang.

Daftar Nominasi

Berikut ini adalah daftar pendek berdasarkan masing-masing kategori dalam Scarlet Pen Awards 2021.

INDUCTIVE SECTION

Best Romance Crime

  • Absurd karya Stephie Anindita
  • Misteri Terakhir karya S. Mara Gd
  • My Secret Bodyguard karya Aera
  • Obsessive Love karya Shireishou
  • Konspirasi karya Alwi Nurhafi

Best Mystery

  • Ephemera karya Akaigita
  • Belenggu Ilse karya Ruwi Meita
  • The Guesthouse karya Panji Pratama
  • Misteri Terakhir karya S. Mara Gd
  • Pembuktian karya Mia Mutiara

Best Thriller

  • Efek Jera karya Tsugaeda
  • The Silent War karya Finn R.
  • Kertas Hitam karya Aru Armando
  • The Guesthouse karya Panji Pratama
  • Belenggu Ilse karya Ruwi Meita

DEDUCTIVE SECTION

Best Short Story

  • Zamrud di Istana Air karya Chandra Bientang
  • Ada Hantu di Sekolah karya Daras Resviandira
  • Eden dari Balik Malam karya Mia Mutiara
  • Hari yang Penting untuk Anne karya Rezawardhana
  • Pertukaran yang Tertukar karya Mia Mutiara

Best Light Novel

  • Ephemera karya Akaigita
  • Project X: The Emergence of Piktadarys karya tim NDI
  • Puggy Humphry and the Mind Box karya Susan Swash
  • Aksara Berdarah karya Yan Tok
  • Detektif Silat Lidah karya Septian Dhaniar Rahman

Best Novel

  • Efek Jera karya Tsugaeda
  • Misteri Terakhir karya S. Mara Gd.
  • Kertas Hitam karya Aru Armando
  • Belenggu Ilse karya Ruwi Meita
  • Ephemera karya Akaigita

SPECIAL SECTION

Best Children Book

  • Titik Hitam Hutan Halimun karya Honey Dieah
  • Misteri Hilangnya Penyu di Pulau Venu karya Wini Afiati
  • Hilangnya Cicin Bu Cinta karya Wafaa Ubaid Salim
  • Hantu Belang Penunggu Makam Tak Bertuan karya Erna Erdhiya
  • Penyelamatan Kimaya karya Wini Afiati

Best Cover

  • Misteri Terakhir karya S. Mara Gd.
  • Mata Pena karya Ayu Welirang
  • Obsessive Love karya Shireishou
  • Ephemera karya Akaigita
  • Efek Jera karya Tsugaeda

Author of the Year

  • Tsugaeda
  • Ruwi Meita
  • Akaigita
  • Wini Afiati
  • Panji Pratama

Daftar Pemenang

Setelah menilai dan mempertimbangkan kiprah masing-masing penulis pada jagat fiksi kriminal, maka para pemenang Scarlet Pen Awards 2021 untuk masing kategori adalah:

  • Best Romance Crime dimenangkan oleh Obsessive Love karya Shireishou.
  • Best Mystery dimenangkan oleh Misteri Terakhir karya S. Mara Gd.
  • Best Thriller dimenangkan oleh Efek Jera karya Tsugaeda.
  • Best Short Story dimenangkan oleh Zamrud di Istana Air karya Chandra Bientang.
  • Best Light Novel dimenangkan oleh Ephemera karya Akaigita.
  • Best Novel dimenangkan oleh Misteri Terakhir karya S. Mara Gd.
  • Best Cover dimenangkan oleh Misteri Terakhir karya S. Mara Gd.
  • Best Childer Book dimenangkan oleh Hantu Belang Penunggu Makam Tak Bertuan karya Erna Erdhiya.
  • Author of the Year dimenangkan oleh Ruwi Meita.

Tim Detectives ID juga telah menambahkan anugerah baru di SPA 2021, yaitu Lifetime Achivement yang diraih oleh S. Mara Gd. Pertimbangan telah dilakukan secara saksama dengan menilai bahwa sejak kemunculannya, S. Mara Gd telah menerjemahkan karya-karya Agatha Christie, kemudian menghasilkan beberapa cerita detektif seperti duo Kosasih dan Gozali serta Hakim Daud.

Demikianlah keputusan kami selaku tim panelis Scarlet Pen Awards 2021. Informasi selengkapnya terkait anugerah ini, dapat dipantau melalui Instagram @Detectives_ID.

Jakarta, 9 Januari 2021

Tim Panelis Detectives ID

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s